Jangan ke Prancis, kecuali kalau Anda menyukai revolusi

Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta warga Amerika untuk menahan diri tidak mengunjungi Prancis.

"Jangan pergi ke Prancis, kecuali kalau Anda menyukai revolusi," kata Trump dalam sebuah kampanye di Texas.

Aksi protes di Prancis dimulai pada pertengahan September ketika para siswa sekolah menengah turun ke jalan di pinggiran Paris untuk menuntut perbaikan kondisi sekolah.

Mereka kemudian bergabung dengan kelompok masyarakat yang tidak puas dengan kenaikan harga di Prancis. Akibatnya, aksi tersebut meluas ke wilayah lain, termasuk Spanyol, Italia, dan Austria.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Prancis batalkan pemangkasan guru untuk kurangi tekanan siswa

Baca juga: Lebih dari 500 orang terluka saat unjuk rasa Rompi Kuning di Prancis

Baca juga: Prancis minta media sosial diblokir antisipasi eskalasi demo lanjutan

Penerjemah: Katriana
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Katriana

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira