Jakarta (ANTARA) -

Perubahan kebiasaan sehari-hari dapat membantu seseorang mengurangi stres dan mencegah kelelahan fisik maupun emosional atau burnout, terutama ketika menghadapi tekanan pekerjaan yang berkepanjangan.

Psikoterapis Gina Simmons Schneider, Ph.D., dalam Psychology Today pada Kamis (5/11) menjelaskan tiga kebiasaan yang dapat diterapkan untuk membantu menjaga kesehatan mental dan mengurangi risiko burnout.

Cara pertama adalah berjalan kaki pada pagi hari untuk mendapatkan paparan sinar matahari. Menurut Schneider, paparan cahaya pagi membantu mengatur ritme sirkadian atau siklus tidur dan bangun tubuh.

Baca juga: 5 cara mencegah burnout dan menjaga kesehatan mental di tempat kerja

Aktivitas fisik tersebut juga dapat membantu meningkatkan fokus pada pagi hari dan mendukung kualitas tidur pada malam hari.

Kebiasaan berikutnya adalah membatasi penggunaan ponsel, terutama sesaat setelah bangun tidur dan menjelang tidur. Schneider menjelaskan bahwa kebiasaan memeriksa ponsel ketika masih berada di tempat tidur dapat mengganggu kualitas tidur dan suasana hati.

Paparan informasi, pesan pekerjaan, serta aktivitas media sosial pada pagi dan malam hari juga dapat meningkatkan kecemasan. Karena itu, ia menyarankan agar seseorang tidak menjadikan ponsel sebagai hal pertama yang diperiksa setelah bangun tidur maupun sebelum beristirahat.

Baca juga: Kemenkes: "Burnout" nakes berisiko ganggu keselamatan pasien

Selain itu, menjaga pola makan bergizi juga berperan dalam mencegah burnout. Schneider menyarankan konsumsi lima hingga sembilan porsi buah dan sayuran setiap hari.

Ia mengutip penelitian terhadap tenaga kesehatan yang menemukan bahwa kelompok dengan pola makan kaya nutrisi memiliki skor burnout lebih rendah. Pola makan Mediterania yang mengutamakan sayuran, kacang-kacangan, dan minyak zaitun juga disebut dapat membantu mengurangi risiko kelelahan kerja.

Baca juga: Lima tanda diri sedang masuk dalam mode bertahan hidup

Schneider turut merujuk penelitian yang diterbitkan pada 2025 dalam International Journal of Occupational Safety and Ergonomics mengenai hubungan pola makan Mediterania dan aktivitas fisik dengan tingkat burnout tenaga kesehatan.

Ia mengingatkan bahwa gejala seperti kelelahan berkepanjangan, perubahan suasana hati, dan gangguan tidur juga dapat berkaitan dengan kondisi medis tertentu. Karena itu, pemeriksaan kesehatan diperlukan untuk memastikan penyebab keluhan tersebut.

Baca juga: Burnout dapat picu perilaku impulsif di media sosial

Baca juga: Gejala burnout, penyebab, dan cara mengatasinya

Penerjemah: Farika Nur Khotimah
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Farika Nur Khotimah

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira