Jakarta (ANTARA) - Presiden kehormatan Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA), Kozo Tashima, mengumumkan pencalonan dirinya sebagai presiden FIFA untuk periode berikutnya.

Pria berusia 68 tahun itu mendapat dukungan penuh dari JFA untuk mengikuti pemilihan yang akan berlangsung pada Maret 2027.

"Saya bersyukur dapat mengumumkan ini dengan dukungan penuh JFA," kata Tashima kepada Sports Nippon seperti dikutip The Guardian pada Kamis (5/11).

Tashima mengumumkan keputusannya setelah rapat JFA di Tokyo, Kamis. Ia menjadi tokoh kedua yang mencalonkan diri setelah mantan bek Tottenham Hotspur, Ramon Vega, yang lebih dahulu mengumumkan niatnya untuk maju Oktober lalu.

Tashima menegaskan pencalonannya bukan semata bertujuan memenangkan pemilihan. Ia ingin membawa nilai-nilai yang selama ini menjadi landasan sepak bola Jepang ke tingkat internasional.

"Ini bukan soal menang atau kalah, tetapi tentang menyampaikan kepada dunia sikap jujur, sehat, dan berintegritas yang telah dibangun sepak bola Jepang. FIFA membutuhkan nilai-nilai yang selama ini kami lindungi," ujar Tashima.

Baca juga: Scaloni umumkan skuad Argentina setelah Lionel Messi pensiun

Batas akhir pengumuman pencalonan presiden FIFA ditetapkan pada 18 November 2026. Setiap bakal calon harus memperoleh dukungan dari sedikitnya lima dari 211 asosiasi anggota FIFA agar memenuhi persyaratan untuk mengikuti pemilihan.

Keputusan Tashima maju dalam pemilihan presiden FIFA muncul di tengah dinamika kepemimpinan organisasi sepak bola dunia tersebut. Presiden FIFA saat ini, Gianni Infantino, telah menyatakan niat untuk kembali mencalonkan diri.

Namun, kepemimpinan Infantino mendapat tekanan setelah proposal FIFA Forward Enterprise (FFE) dibatalkan. Rencana kontroversial itu memungkinkan FIFA menjual sebagian kepemilikan turnamen-turnamen yang dikelola FIFA, termasuk Piala Dunia, kepada swasta.

Tashima merupakan mantan pemain yang pernah tujuh kali memperkuat tim nasional Jepang. Setelah pensiun sebagai pemain, ia berkarier sebagai pelatih sebelum beralih ke administrasi sepak bola. Ia menjadi anggota Dewan FIFA sejak 2015 dan kini menjabat Presiden JFA.

Sementara itu, Infantino memimpin FIFA sejak 2016 setelah menggantikan Sepp Blatter yang mengundurkan diri setahun sebelumnya akibat skandal. Infantino kemudian terpilih kembali tanpa pesaing pada 2019 dan 2023.

Pemilihan presiden FIFA dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027. Hingga saat ini, Tashima dan Ramon Vega yang sudah menyatakan mencalonkan diri, sedangkan rencana Infantino untuk kembali menjabat masih menghadapi sorotan terkait aturan masa jabatan.

Baca juga: Erick Thohir berikan surat dukungan kepada Presiden FIFA

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Hendri Sukma Indrawan

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira