Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) menyediakan ruang aman bagi remaja melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) dan Forum Generasi Berencana (Genre) untuk mendukung kesehatan mental mereka.
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji mengatakan, kedua wadah tersebut memberikan kesempatan bagi remaja untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, serta mendapatkan edukasi melalui konselor sebaya.
"PIK-R dan Forum Genre memberikan ruang kepada para remaja untuk bisa ngobrol, bisa diskusi, hingga dididik menjadi konselor sebaya," kata Wihaji dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensi depresi pada penduduk berusia 15-24 tahun mencapai dua persen, lebih tinggi dibandingkan prevalensi nasional sebesar 1,4 persen. Kemenkes juga menyebut hanya 12,7 persen penderita depresi yang mendapatkan pengobatan, sehingga sebagian besar belum terjangkau layanan kesehatan.
Baca juga: Duta Genre 2026 komitmen beri dampak positif bagi remaja & lingkungan
Wihaji menjelaskan PIK-R dikelola dari, oleh, dan untuk remaja. Program tersebut mengembangkan pendidik dan konselor sebaya yang mendapat pelatihan untuk mendengarkan, menjaga privasi, serta mengenali kondisi yang memerlukan bantuan orang dewasa atau tenaga profesional.
PIK-R dapat diakses melalui sekolah maupun komunitas masyarakat di tingkat desa, kelurahan, dan kabupaten/kota, sedangkan Forum Genre merupakan program pembinaan remaja yang fokus pada perencanaan kehidupan berkeluarga, pencegahan perkawinan anak, dan pemberdayaan remaja sebagai agen perubahan di sekolah, kampus, serta komunitas.
Selain menyediakan ruang bagi remaja, Wihaji menekankan pentingnya peran orang tua dalam menjaga kesehatan mental anak, terutama menghadapi tantangan era digital, seperti tekanan media sosial, ketergantungan gawai, dan berkurangnya komunikasi dalam keluarga.
"Orang tua hari ini mesti bersama-sama belajar tentang bagaimana punya anak dalam kondisi peradaban baru, kasih kesempatan anak untuk berbicara," ujarnya.
Untuk mendukung pengasuhan, Kemendukbangga/BKKBN juga menjalankan program Bina Keluarga Remaja (BKR), yakni kelompok bagi orang tua yang memiliki anak berusia 10-24 tahun dan belum menikah untuk berbagi informasi serta pengalaman dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Baca juga: Remaja garda terdepan Jaga kesehatan mental di era digital
Baca juga: Pendekatan orang tua bantu remaja dalam batasan penggunaan medsos
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Lintang Budiyanti Prameswari
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira