Jakarta (ANTARA) - Perusahaan teknologi NTT DATA meresmikan infrastruktur pusat data baru Jakarta 2 Annex Data Center (JKT2A) di Jakarta untuk memenuhi kebutuhan layanan cloud, kecerdasan artifisial (AI), dan transformasi digital di Asia Tenggara.
"Dengan memperluas kapasitas dan menghubungkan fasilitas kami melalui APN Connect, kami membangun platform pusat data yang lebih terintegrasi dan tangguh," kata Managing Director Japan and APAC NTT Global Data Center Yasuhiro Kajiki di Jakarta, Selasa.
Yasuhiro menjelaskan bahwa ekspansi ini sejalan dengan posisi Indonesia sebagai pasar utama dan prioritas investasi NTT di Asia Tenggara.
Menurutnya, potensi pasar Indonesia didorong oleh besarnya basis pengguna dan perangkat yang terkoneksi menghasilkan lalu lintas data berskala masif.
Baca juga: PDG akan memperluas penggunaan HVO untuk pusat data di Indonesia
"Kekuatan pusat data di Indonesia adalah jumlah penggunanya. Semua data berasal dari pengguna dan perangkat yang terkoneksi, dan Indonesia adalah pasar terbesar. Oleh karena itu, Indonesia tetap menjadi pasar yang sangat penting bagi NTT," ujar Yasuhiro.
Ia menambahkan, tren pembangunan pusat data AI kini mulai bergeser dan berkembang pesat di negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Hal ini terjadi seiring keterbatasan lahan dan pasokan listrik untuk pembangunan infrastruktur baru di Singapura.
Fasilitas JKT2A yang berlokasi di kawasan NTT Global Data Centers di Jakarta tersebut dirancang siap mendukung komputasi AI serta pekerjaan komputasi tingkat tinggi dengan kapasitas sebesar 12 Megawatt (MW).
Kehadiran JKT2A memperluas ekosistem JKT2 yang sebelumnya telah menjadi pusat interkoneksi bagi lebih dari 240 penyedia layanan jaringan, JKT-IX, penyedia komputasi awan utama, serta koneksi kabel bawah laut.
Integrasi dalam satu kawasan ini memungkinkan klien memperluas infrastruktur digital mereka tanpa harus membangun ulang konektivitas jaringan mitra yang sudah berjalan.
Baca juga: Pemerintah: Kapasitas data center berpotensi meningkat hingga 11 GW
Bersamaan dengan pembukaan fasilitas tersebut, perusahaan juga meluncurkan layanan APN Connect yang memanfaatkan teknologi jaringan optik All-Photonics Network (APN).
Layanan ini menyediakan jalur konektivitas berkapasitas tinggi dan berlatensi rendah yang menghubungkan fasilitas JKT2/JKT2A dengan JKT3 yang berjarak sekitar 35 kilometer.
Jaringan antarfasilitas ini memfasilitasi sinkronisasi data secara real-time di lokasi geografis yang berbeda. Hal ini berfungsi untuk mengamankan data klien melalui sistem pemulihan bencana, replikasi data, dan keandalan operasional pusat data ganda.
Dari segi spesifikasi teknis dan keamanan, pusat data JKT2A mengantongi sertifikasi desain Tier III dan bersifat netral terhadap operator maupun penyedia layanan cloud.
Ketahanan fasilitas ini didukung oleh substasiun daya ganda, arsitektur UPS 2N, generator cadangan N+1, sistem pendingin udara N+1, serta kontrol keamanan fisik berlapis yang beroperasi 24 jam.
Baca juga: Kemkomdigi dorong pusat data tumbuh merata hingga Indonesia timur
Baca juga: Pemerintah selaraskan perencanaan energi dan infrastruktur AI
Baca juga: Menko Bahlil dorong Batam, Karimun, dan Bintan jadi hub pusat data
Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Farhan Arda Nugraha
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira