Gresik, Jawa Timur (ANTARA) - PT Petrokimia Gresik memperkuat keandalan operasional dan komunikasi antarlembaga guna menjaga keberlanjutan produksi pupuk sebagai salah satu penopang produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan kelancaran operasional perusahaan membutuhkan dukungan koordinasi dan komunikasi yang baik dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk lembaga pemerintah dan instansi terkait.

"Kami terus berupaya menjaga keandalan operasional sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak agar perusahaan dapat terus memberikan manfaat yang optimal bagi petani, masyarakat, dan negara," katanya saat menerima kunjungan Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Jawa Timur Brigjen TNI Murbianto Adhi Wibowo di Gresik, Jawa Timur, Selasa.

Menurut dia, Petrokimia Gresik memiliki tanggung jawab strategis dalam mendukung produktivitas sektor pertanian melalui penyediaan pupuk, sehingga keberlangsungan kegiatan produksi dan distribusi perlu terus dijaga.

Oleh sebab itu, perusahaan tidak hanya berfokus pada kesiapan fasilitas produksi dan keandalan operasional, tetapi juga membangun hubungan kelembagaan yang harmonis untuk mendukung keberlanjutan industri.

Daconi menyebut penguatan komunikasi antarlembaga semakin penting di tengah dinamika dan tantangan industri yang terus berkembang sehingga diperlukan koordinasi konstruktif dengan tetap menghormati tugas dan kewenangan masing-masing pihak.

"Kami menyambut baik kunjungan dan silaturahmi ini sebagai momentum untuk memperkuat komunikasi serta membangun hubungan kelembagaan yang semakin erat," ujarnya.

Ia menuturkan kunjungan Kabinda Jatim tersebut diharapkan memperkuat hubungan antara kedua institusi sekaligus membuka ruang komunikasi yang positif dalam mendukung keberlanjutan industri strategis nasional.

Hal itu lantaran, ujar dia, Petrokimia Gresik yang merupakan anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero) berkomitmen menjaga kontribusinya terhadap sektor pertanian melalui keberlanjutan operasional perusahaan dan dukungan terhadap ketersediaan pupuk bagi petani.

Baca juga: Chandra Asri: Proyek CA-EDC Rp15 T beri dampak ekonomi secara luas

Baca juga: Produksi soda ash Petrokimia Gresik dapat gantikan 29 persen impor

Baca juga: Menko Bahlil evaluasi ekspor gas untuk bangun industri petrokimia

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Astrid Faidlatul Habibah

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira