Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, konsumsi terlalu banyak gula ataupun penggantinya tidak disarankan, merespons isu viral Beeru Stevia yang diduga mengandung pemanis buatan.

"Memang gula ini kalau ketinggian bisa menyebabkan diabetes bisa kena stroke, bisa kena jantung, bisa kena masalah ginjal," kata Budi di Jakarta, Jumat.

Begitu pun dengan sejumlah pemanis buatan, katanya. Menurutnya, beberapa pemanis buatan tidak direkomendasikan, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) lebih mengetahui tentang hal tersebut.

Dia mengatakan, sebagai upaya untuk mengedukasi masyarakat, pihaknya dan BPOM beserta para mitra di Komite Kebijakan Sektor Kesehatan (KKSK) menyetujui penggunaan Nutri-level untuk mengedukasi publik tentang kadar gula, garam, dan lemak produk pangan dan minuman.

Sebelumnya, di media massa dikabarkan bahwa pemengaruh Dokter Detektif (Doktif) membagikan hasil uji laboratorium independen terhadap produk pemanis Beeru Stevia.

Hasilnya, terdapat pemanis sintetik, yakni sukralosa dan neotam yang tidak tertera pada label komposisi kemasan produk itu. Selain itu, juga ditemukan kandungan karbohidrat 47,21 persen dan energi total 188,84 kilokalori per 100 gram sampel.

Merespons unggahan itu, Beeru dan pihak manufaktur telah menghentikan sementara penjualan produk tersebut.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengatakan, pihaknya tengah menelusuri isu itu.

Baca juga: Pemanis nol kalori sedang tren, benar kah lebih sehat dari gula?

Baca juga: Konsumsi pemanis buatan dikaitkan dengan penurunan kemampuan kognitif

Baca juga: Waspadai pemanis buatan yang bisa tingkatkan risiko serangan jantung

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Mecca Yumna Ning Prisie

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira