Jakarta (ANTARA) - Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan narasi pembangunan ekonomi kreatif dari desa harus bermula dari akar rumput dengan mengasah talenta lokal, memperkuat jenama daerah, serta memberi nilai tambah pada produk kreatif yang sudah tumbuh.
Riefky mengatakan melalui Program Aktivasi Desa Kreatif secara berkelanjutan melakukan pendekatan komprehensif di 80 desa di seluruh Indonesia dimulai dari penguatan kapasitas, pendampingan intensif, inkubasi bisnis, hingga fasilitasi akses pasar nasional maupun global.
"Arahan Presiden adalah jangan hanya membangun desa yang baru, tetapi perkuat dukungan untuk talenta-talenta yang luar biasa, ragam jenama lokal, serta produk-produk industri kreatif dari berbagai desa,” ujar Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.
Komitmen tersebut dilakukan melalui pembinaan potensi ekonomi kreatif di Kebumen yang sudah dibina oleh pemerintah daerah.
Baca juga: Wamenekraf ajak pelaku ekraf daerah bidik pasar lebih luas
Salah satunya di Desa Adiluhur, komitmen tersebut diterjemahkan melalui lima kegiatan yang menyentuh berbagai aspek pengembangan ekonomi kreatif, mulai dari subsektor sulih suara, konten digital, penyiaran, literasi bisnis, hingga jasa teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Pada ruang sulih suara dan penyiaran, peserta diasah mengolah vokal, teknik bercerita (storytelling), hingga seni public speaking bersama praktisi industri dari Voice People Jogja, Iqbal Fais.
Di kelas Literasi Bisnis, para pelaku usaha dibekali kemampuan manajerial, pengelolaan keuangan, hingga strategi mengakses sumber pembiayaan agar karya yang lahir mampu bertahan dan berkembang secara berkelanjutan.
Sementara dalam peninjauan ke Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Adiluhur, Menteri Ekraf menyaksikan langsung Program Sinergi Inkubasi Akselerasi dan Penguatan (SIAP) Talenta Jasa TIK. Di sini, peserta digembleng membangun reputasi dan citra profesional (image building) agar mampu menjangkau klien bertaraf nasional.
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Fitra Ashari
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira