Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan santunan dan bantuan material renovasi rumah kepada keluarga korban meninggal terdampak longsor di Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.
Dalam suasana penuh haru, ia menyampaikan belasungkawa secara langsung dengan menemui keluarga almarhum Imron Rosadi (40) dan putrinya, Hilya (9), yang meninggal dunia setelah tertimbun material longsor.
"Innalilahi Wa Inailaihi Rajiun mudah mudahan almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Seluruh khilafnya diampuni dan diterima seluruh amal baik serta dipanggil dalam keadaan husnul khotimah," kata Khofifah dalam keterangannya, Selasa.
Kehadiran Khofifah di rumah keluarga korban menjadi bentuk empati sekaligus dukungan moril bagi keluarga yang tengah berduka dan menyampaikan doa agar kedua korban mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, sementara keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan menghadapi cobaan.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Jatim menyerahkan santunan kepada keluarga korban serta bantuan sembako bagi masyarakat sekitar. Pemprov Jatim turut menyalurkan bantuan material bangunan berupa 75 sak semen Portland, 5.000 buah bata merah, 1.500 buah genteng, dan 60 batang kayu balok.
Khofifah juga mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan menghadapi peralihan musim kemarau menuju musim hujan karena perubahan kondisi cuaca saat ini perlu diantisipasi secara serius karena sejumlah wilayah Jawa Timur masih menghadapi kekeringan, sementara daerah lainnya mulai diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
"Di beberapa tempat masih menemukan kelangkaan air bersih dan distribusi air bersih masih dilakukan BPBD Jatim. Sebetulnya prediksi BMKG setelah direvisi, semula puncak kekeringan pada bulan September, kemudian direvisi puncak kekeringan pada bulan November untuk Jatim," katanya.
Ia menjelaskan hujan diprediksi mulai berlangsung pada Desember hingga Februari 2027, namun ia bersyukur hujan mulai turun di sejumlah wilayah Jawa Timur, setelah berbagai elemen masyarakat melakukan ikhtiar, termasuk melalui doa bersama dan shalat istisqa di masjid maupun pesantren.
"Tentu harapan kami adalah hujan yang membawa rahmat dan manfaat," katanya.
Ia mengatakan bahwa turunnya hujan juga harus diiringi peningkatan kesiapsiagaan karena hujan dengan intensitas tinggi berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, terutama tanah longsor di wilayah dengan kondisi geografis perbukitan dan lereng.
Baca juga: BPBD: Bapak dan anak meninggal tertimpa material longsor di Lumajang
Sejumlah daerah di Jawa Timur, lanjutnya, telah mengalami kejadian longsor, di antaranya Trenggalek, Malang, dan Lumajang, sehingga menjadi pengingat bahwa mitigasi bencana tidak boleh menunggu sampai terjadi musibah.
Khofifah meminta kewaspadaan dibangun secara berlapis, mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa, hingga lingkungan masyarakat terkecil seperti RT dan RW.
Untuk itu, pihaknya menekankan kesiapsiagaan berbasis komunitas sangat penting agar warga mampu mengenali potensi ancaman di lingkungan masing-masing, memperkuat komunikasi, serta melakukan evakuasi lebih dini ketika muncul tanda-tanda bencana.
"Bagaimana secara komunitas, apakah RT, RW, desa, sama-sama membangun kewaspadaan dari desa setempat. Jangan sampai kemudian ada bencana alam yang berdampak pada hilangnya saudara-saudara kita dan akhirnya mereka meninggal dunia," ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia, termasuk Jawa Timur, berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik. Kondisi geografis itu membuat upaya mitigasi dan kesiapsiagaan harus menjadi bagian dari kebiasaan bersama, bukan hanya dilakukan ketika bencana sudah terjadi.
"Pada saat musim kemarau belum semuanya selesai, sudah harus melakukan antisipasi menghadapi musim hujan yang memang sudah terjadi di beberapa daerah," katanya.
Untuk itu, Khofifah mengajak seluruh unsur pemerintah, aparat, relawan kebencanaan, dan masyarakat memperkuat koordinasi serta memastikan langkah antisipasi berjalan hingga tingkat lingkungan.
Ia berharap masyarakat semakin tanggap mengenali potensi bahaya sehingga risiko dan dampak bencana, terutama korban jiwa, dapat diminimalkan.
"Kewaspadaan berganda itu harus dilakukan oleh semua pihak, semua lini," katanya.
Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian Gubernur Khofifah yang takziah dan hadir langsung menemui keluarga di rumah duka korban longsor.
Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Zumrotun Solichah
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira