Kalau anggaran kita disesuaikan, harus ada ide kreatif. Jangan kalau uangnya dipotong, berarti kerjanya dipotong. Kita dorong pembangunan fasilitas bekerja sama dengan pihak swasta.
Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution menyiapkan terobosan pembiayaan di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBD) Sumut, untuk memperkuat infrastruktur dan fasilitas penunjang para nelayan di Kabupaten Nias Selatan.
"Salah satunya mendorong keterlibatan pihak swasta dan perbankan agar pembangunan kelautan dan perikanan tetap berjalan di tengah penyesuaian anggaran," ujar Bobby saat menerima kelompok nelayan dan pembudidaya bersama Bupati Nias Selatan Sokhiatulö Laia, di kediaman sementara Gubernur Sumut di Kota Gunungsitoli, Kepulauan Nias, Jumat.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, ujar dia, siap menjembatani pembiayaan melalui skema kredit perbankan dengan opsi subsidi bunga dari pemerintah.
Skema tersebut bisa mendorong pengelolaan fasilitas penunjang perikanan secara profesional dan berkelanjutan, tanpa sepenuhnya bergantung APBD Sumut.
"Misalnya pembuatan pabrik es, tidak semuanya harus pakai APBD. Bisa dikerjasamakan dengan swasta atau dikelola kelompok nelayan. Yang ditanggung pemerintah mungkin bunganya, sehingga usaha pabrik es betul-betul berjalan," katanya menegaskan.
Menurutnya, usulan tambahan anggaran dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumut pada 2027 mencapai sebesar Rp229 miliar.
Namun penyesuaian anggaran, maka diperlukan langkah kreatif agar pembangunan infrastruktur perikanan, seperti pabrik es, tempat pelelangan ikan, dan ketersediaan kapal bisa direalisasikan.
"Kalau anggaran kita disesuaikan, harus ada ide kreatif. Jangan kalau uangnya dipotong, berarti kerjanya dipotong. Kita dorong pembangunan fasilitas bekerja sama dengan pihak swasta," ujar Bobby.
Gubernur menyoroti pentingnya penyusunan skala prioritas terhadap kebutuhan nelayan, terutama di kawasan kepulauan seperti Pulau Telo.
Ia meminta Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumut bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nias Selatan mendata secara detail kebutuhan nelayan paling mendasar.
"Mulai dari alat tangkap, pasokan air bersih dan listrik, ketersediaan pabrik es hingga pasar," kata Bobby.
Pihaknya menegaskan, pembangunan fisik seperti Kampung Nelayan Merah Putih yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto di Telukdalam, dan Pulau Telo perlu dikawal dengan berbagai program penyangga.
"Pembangunan satu program tidak bisa berdiri sendiri tanpa program penyangga. Cita-cita bapak Presiden bukan hanya membangun fisiknya, tetapi nelayan benar-benar mendapat manfaatnya secara berkesinambungan," ujar Bobby lagi.
Gubernur menyambut baik kehadirannya di Pulau Telo, Nias Selatan. Namun, ia meminta kesiapan data dan program bantuan dimatangkan dahulu agar kunjungannya membawa solusi konkret bagi masyarakat Nias Selatan.
"Saya ke sana programnya harus jelas dahulu. Supaya pas saya datang, kita tidak hanya bawa janji. Tetapi membawa program, dan solusi nyata untuk nelayan," kata Bobby.
Bupati Nias Selatan Sokhiatulö Laia memaparkan bahwa wilayahnya memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar, mulai hasil tangkapan ikan, rumput laut hingga ratusan ribu bibit lobster.
"Kepulauan Nias Selatan memiliki 53 titik ombak yang potensial untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata," ujarnya lagi.
Namun, kata dia lagi, potensi tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan fasilitas dan alat tangkap.
"Sebagian besar dari 7.116 nelayan di wilayah Telukdalam masih melaut menggunakan sampan dayung," ujar Sokhiatulö.
Bupati menyoroti belum tersedianya akses pasar yang memadai bagi hasil produksi masyarakat Nias Selatan.
"Contohnya, sekitar 60 ton rumput laut tidak dipanen bulan lalu, karena tidak adanya pembeli," ujar Sokhiatulö.
Baca juga: Ombak besar hantam sampan nelayan Sergai, 4 selamat dan satu meninggal
Baca juga: Pemprov Sumut perkuat edukasi nelayan tak lintasi batas Indonesia
Pewarta: Muhammad Said
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Muhammad Said
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira