Mataram (ANTARA) - Dinas Pariwisata Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyiapkan langkah inovatif dan terstruktur untuk menata keberadaan pengamen jalanan di berbagai destinasi wisata melalui konsep "pengamen terstruktur".

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram Cahya Samudra di Mataram, Minggu, mengatakan, program itu dirancang agar para pengamen jalanan tidak lagi berkeliling meminta-minta secara liar, melainkan difasilitasi secara profesional di titik-titik lokasi yang telah ditentukan.

"Dalam pelaksanaannya, kami akan menerjunkan satuan tugas (satgas) untuk mencari dan memetakan para pengamen agar diarahkan ke titik lokasi khusus," katanya.

Seluruh pengamen yang berada di destinasi wisata, lanjutnya, akan didata dan diundang untuk mengikuti proses audisi. Melalui tahapan itu, kemampuan seni mereka akan diverifikasi.

Pengamen yang dinilai layak dan memiliki kemampuan bermusik yang baik nantinya akan diberikan kartu identitas (ID card) resmi.
​
"Jadi mereka yang memiliki kemampuan untuk mengamen ataupun bernyanyi di destinasi nantinya, tidak lagi liar atau tidak hanya yang sepatah dua patah kata kemudian minta uang," katanya.

​Sebagai tahap awal, lanjut Cahya, konsep penataan itu akan diuji coba di kawasan Taman Udayana. Namun Dinas Pariwisata Kota Mataram tidak hanya menyiapkan titik lokasi tertentu, tetapi juga fasilitas pendukung seperti sound system yang memadai agar penampilan para pengamen lebih terarah.

​Dengan sistem baru tersebut, paradigma pengamen jalanan diubah menjadi lebih modern, menyerupai musisi jalanan (buskers) yang profesional.

Pola interaksinya pun dibalik yakni pengunjung yang tergerak hatinya untuk memberikan apresiasi dapat mendatangi langsung titik penampilan atau kotak tip yang telah disediakan, tanpa harus berkeliling menghampiri meja pengunjung.

​Langkah itu dinilai efektif untuk memberikan kenyamanan ganda, di satu sisi para pengamen tetap mendapatkan ruang untuk menyalurkan bakat dan mencari rezeki.

"Sementara di sisi lain para wisatawan dan pengunjung dapat menikmati kuliner maupun suasana destinasi dengan lebih tenang tanpa merasa terganggu," katanya.

Baca juga: Kemendikbudristek: Kurasi dukung pengamen Surabaya naik kelas

Baca juga: Pemkot Yogyakarta fasilitasi 116 pengamen di 7 lokasi resmi

Pewarta: Nirkomala
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Nirkomala

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira