Penguatan investasi, aktivitas manufaktur, serta transaksi ekonomi digital menjadi sejumlah indikator yang menopang prospek pertumbuhan ekonomi nasional.
Jakarta (ANTARA) - Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair) Prof Dr Rudi Purwono memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,3 persen year on year (yoy) pada kuartal III-2026.
Rudi mengatakan penguatan investasi, aktivitas manufaktur, serta transaksi ekonomi digital menjadi sejumlah indikator yang menopang prospek pertumbuhan ekonomi nasional.
“Dan pada triwulan ketiga ini, saya memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,3 persen (yoy),” ujar Rudi sebagaimana keterangan resmi di Jakarta, Selasa.
Rudi mengatakan, salah satu indikator yang menjadi perhatian, yaitu penguatan pembiayaan investasi.
Mengacu data Bank Indonesia (BI), kredit investasi pada tumbuh 23,4 persen (yoy) pada Agustus 2026, atau lebih tinggi dibandingkan kredit modal kerja sebesar 12,3 persen (yoy) dan kredit konsumsi sebesar 5 persen (yoy).
“Ini memberikan informasi kepada kita, bahwa investasi sudah mulai menjadi bagian dari mesin pertumbuhan yang memang selama ini lebih banyak didorong oleh aktivitas dari konsumsi,” ujar Rudi.
Rudi melanjutkan, peningkatan kredit investasi juga mencerminkan penguatan aktivitas pembiayaan dunia usaha dan meningkatnya kebutuhan pendanaan sektor riil.
Menurutnya, perkembangan itu menjadi sinyal positif bagi penguatan kapasitas produksi dan aktivitas ekonomi ke depan.
“Dan informasi kedua memberikan hal yang paling penting kepada kita bahwa ini adalah menunjukkan penguatan aktivitas pembiayaan dunia usaha dan meningkatkan kebutuhan pendanaan sektor riil, sesuatu yang sangat positif untuk ke depannya,” ujar Rudi.
Selain investasi, katanya lagi, ekspektasi konsumen juga menunjukkan tren peningkatan, dengan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) selama Juli hingga September 2026 tercatat rata-rata sebesar 127,3.
Rudi mengatakan indikator itu menggambarkan keyakinan konsumen terhadap prospek penghasilan, kondisi ekonomi, dan ketersediaan lapangan kerja dalam enam bulan mendatang.
“Dan ini sangat penting bagi kita semuanya terkait dengan adanya indeks ekspektasi konsumen ini, bahwa untuk kinerja ke depan ekonomi Indonesia itu akan lebih baik,” kata Rudi.
Dari sisi produksi, aktivitas manufaktur juga menunjukkan ekspansi, yaitu PMI S&P Global tercatat 52,4 pada September 2026, sementara Prompt Manufacturing Index BI tercatat sebesar 52,28 pada kuartal III-2026
Adapun, kedua indikator tersebut menunjukkan aktivitas industri masih berada dalam fase ekspansi.
“Ini menunjukkan perbaikan dibanding bulan sebelumnya, yang artinya bahwa sektor manufaktur mengalami ekspansi, dengan peningkatan tentunya pesanan baru, produksi, dan aktivitas pembelian,” ujar Rudi.
Kemudian, aktivitas ekonomi digital turut memperlihatkan perkembangan positif, yaitu volume transaksi pembayaran digital mencapai 6,11 miliar transaksi pada Agustus 2026 atau tumbuh 40,36 persen (yoy).
Sementara itu, transaksi QRIS tumbuh 67,22 persen (yoy) pada Agustus 2026.
“Menandakan bahwa semakin luasnya akses digital masyarakat, kemudian aktivitas kegiatan ekonomi, kemudian transaksi pembayaran, penguatan ekosistem digital yang semakin meluas di Indonesia,” ujar Rudi.
Dari sisi perdagangan, ekspor Indonesia tumbuh 4,55 persen selama Januari hingga Agustus 2026 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Rudi menilai peningkatan ekspor dapat mendorong aktivitas produksi dalam negeri, sekaligus memperbesar peluang penyerapan tenaga kerja.
“Ini menunjukkan bahwa produk-produk kita dikaitkan dengan permintaan global ini semakin meningkat, ini kita harapkan dengan peningkatan ekspor tentunya kegiatan produksi dalam negeri semakin meningkat dan akan meningkatkan permintaan terkait dengan penyerapan tenaga kerja,” ujar Rudi lagi.
Lebih lanjut, sektor pariwisata memberikan kontribusi terhadap aktivitas ekonomi, yaitu kunjungan wisatawan mancanegara meningkat 6,27 persen (yoy) pada Agustus 2026 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Rudi menilai peningkatan itu dapat mendorong aktivitas akomodasi, transportasi, perdagangan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Ini menjadi sinyal positif untuk penguatan pariwisata Indonesia ke depan untuk meningkatkan devisa tentunya dan juga untuk berkontribusi dalam mendorong aktivitas ekonomi terutama yang berkaitan dengan penyediaan akomodasi, transportasi, perdagangan, dan UMKM,” ujar Rudi pula.
Baca juga: AllianzGI optimistis prospek jangka panjang ekonomi RI
Baca juga: Kadin rumuskan tiga rekomendasi hadapi tantangan ekonomi global
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Muhammad Heriyanto
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira