Ini untuk kepentingan kemanusiaan
Jakarta (ANTARA) - Badan Karantina Indonesia (Barantin) dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menyepakati pemanfaatan bersama fasilitas karantina di bandara dan pelabuhan untuk mempercepat pelayanan serta pelindungan pekerja migran Indonesia.
Kepala Barantin Abdul Kadir Karding mengatakan kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sekaligus perjanjian kerja sama (PKS) di Jakarta, Selasa, yang akan segera ditindaklanjuti oleh jajaran kedua lembaga.
"Nah, kami punya fasilitas di bandara dan di pelabuhan, terutama di dalam zona pemeriksaan-pemeriksaan, itu kami ada tempat. Oleh karena itu, nanti akan kita sharing dengan teman-teman di Kementerian P2MI di berbagai daerah dan berbagai pelabuhan udara," kata Karding seusai penandatanganan kerja sama di Kantor Barantin, Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan fasilitas Barantin yang berada di kawasan pemeriksaan bandara dan pelabuhan akan dimanfaatkan bersama petugas KP2MI untuk mempermudah pemantauan kedatangan maupun keberangkatan pekerja migran.
"Ini untuk kepentingan kemanusiaan," ujar dia.
Pemanfaatan fasilitas tersebut diharapkan mempercepat koordinasi dan penanganan pekerja migran yang membutuhkan bantuan, terutama saat kembali ke Indonesia setelah bekerja di luar negeri.
Karding mencontohkan fasilitas pelayanan KP2MI di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang selama ini berada di luar kawasan pemeriksaan sehingga petugas mengalami kesulitan memantau langsung kedatangan pekerja migran.
"Tempat supaya bisa komunikasi langsung, bisa cepat tangani, dan sebagainya," ujarnya.
Karena itu, Kepala Barantin meminta jajaran karantina di daerah segera menindaklanjuti kerja sama tersebut, terutama di bandara dan pelabuhan internasional yang banyak dilalui pekerja migran.
Ia menegaskan pelaksanaan kerja sama tidak perlu menunggu proyek percontohan karena fasilitas yang akan dimanfaatkan bersama sudah dimiliki Barantin.
"Ini segera. Langsung," kata Karding.
Sementara itu, Menteri P2MI Mukhtarudin mengatakan pemanfaatan fasilitas Barantin akan memudahkan petugas KP2MI memberikan pelayanan secara langsung kepada pekerja migran, khususnya di kawasan yang berdekatan dengan pemeriksaan keimigrasian.
Menurut dia, keberadaan petugas di lokasi tersebut penting untuk mempercepat pendampingan bagi pekerja migran yang menghadapi kendala, termasuk mereka yang dideportasi dari negara penempatan tanpa pemberitahuan sebelumnya.
“Jadi semacam semacam pusat bantuan, pelindungan, dan kehadiran negara kepada pelayanan kepada pekerja migran Indonesia," ucap Mukhtarudin.
Dengan adanya fasilitas bersama, petugas KP2MI diharapkan dapat lebih cepat mengetahui kedatangan pekerja migran yang membutuhkan bantuan sekaligus membantu penyelesaian persoalan administrasi dan dokumen kepulangan.
Ia menjelaskan kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat pelindungan pekerja migran sejak sebelum penempatan, selama bekerja di luar negeri, hingga kembali ke tanah air.
"Jadi pelindungan dari hulu ke hilir," ujar Mukhtarudin.
Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI), KP2MI telah memfasilitasi 297.450 layanan penempatan pekerja migran secara nasional sepanjang 1 Januari hingga 19 Oktober 2026.
Layanan penempatan tersebut didominasi negara dan wilayah tujuan Taiwan, Hong Kong, Malaysia, Jepang, serta Singapura.
Sebelumnya, KP2MI juga mendampingi kepulangan 143 pekerja migran dari Arab Saudi melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 16 September 2026, termasuk pemeriksaan dokumen dan fasilitasi kepulangan menuju daerah asal.
Selain pemanfaatan fasilitas pelayanan, kerja sama Barantin dan KP2MI mencakup peningkatan pemahaman pekerja migran mengenai ketentuan karantina atas barang bawaan serta dukungan pembinaan ekspor bagi pekerja migran purna.
Karding berharap kerja sama tersebut dapat mempermudah pelayanan sekaligus meningkatkan kepatuhan terhadap ketentuan karantina atas lalu lintas hewan, ikan, tumbuhan, dan produk turunannya antarnegara.
Baca juga: Barantin perkuat fasilitasi ekspor buah tropis ke Tiongkok
Baca juga: Barantin perkuat akses pasar UMKM lewat pemahaman karantina
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Aria Ananda
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira