Banda Aceh (ANTARA) - Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kementerian Pertahanan RI menyatakan latihan kader bela negara merupakan bagian untuk memperkuat generasi muda di tanah air umumnya dan Aceh khususnya dalam menangkal hoaks seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi.
“Kita ingin membangun generasi muda yang tidak mudah terombang-ambing oleh hoaks, tidak mudah terpecah belah oleh provokasi, menjaga jati diri bangsa di tengah derasnya perubahan zaman serta mempunyai keterampilan dan kemampuan awal bela negara,” kata Kepala Pusat Bela Negara Bacadnas Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Luhut Marpaung di Aceh Besar, Jumat.
Pernyataan itu disampaikan pada sela-sela pembukaan Latihan Kader Bela Negara Korsp Kadet Republik Indonesia (KKRI) 2026 yang dipusatkan di Rindam Iskandar Muda, Aceh Besar.
Kegiatan Latihan Kader Bela Negara KKRI 2026 diikuti sebanyak 300 peserta didik jenjang SMA/sederajat yang berasal dari 61 satuan pendidikan tersebar di 12 kabupaten/kota di Aceh.
Ia menjelaskan bela negara bukan semata-mata dimaknai sebagai kesiapan menghadapi ancaman fisik, tetapi juga bagian untuk menghadapi ancaman nonfisik atau nonmiliter yang bergerak melalui ruang informasi dan ruang pikir masyarakat.
“Perang kognitif berupaya mempengaruhi cara berpikir, persepsi, dan pengambilan keputusan masyarakat melalui arus informasi, manipulasi opini, disinformasi, dan eksploitasi algoritma media sosial yang sangat rentan menyasar generasi muda,” katanya.
Menurut dia, pembinaan kesadaran bela negara di lingkungan pendidikan merupakan instrumen strategis menyiapkan sumber daya manusia unggul berkarakter kebangsaan, tangguh, adaptif dan siap menghadapi ancaman multidimensional pada era digital menuju Indonesia emas 2045.
Ia mengatakan kemampuan awal bela negara juga menuntut generasi muda untuk memiliki kecerdasan intelektual, spiritual, emosional, kesehatan jasmani dan rohani serta semangat berprestasi bagi bangsa dan negara.
“Generasi muda harus menjadi penjaga akal sehat publik, penjaga persatuan dan penjaga masa depan bangsa,” katanya.
Pihaknya berharap melalui Latihan Kader Bela Negara ini peserta KKRI dapat memahami lima nilai dasar bela negara yang meliputi cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara dan merawat persatuan dalam keberagaman.
“Kegiatan Bela Negara ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Pertahanan melalui Badan Cadangan Nasional untuk menanamkan, memperkuat dan membumikan nilai-nilai dasar bela negara kepada seluruh komponen bangsa khususnya generasi muda di lingkungan pendidikan," ujarnya.
Ia mengatakan Provinsi Aceh memiliki sejarah, semangat kebangsaan serta kekayaan budaya yang sangat kuat sehingga pelajar di provinsi itu dapat menjadi teladan sebagai kader bela negara yang cerdas, moderat, adaptif dan berdaya tahan.
Baca juga: Kemenhan gembleng kader Bela Negara di Magelang
Baca juga: Peserta PKPBN Kemenpora selesaikan pendidikan di Pusdiklat Kemhan
Baca juga: Wali kota: Pendidikan bela negara jangan artikan wajib militer
Pewarta: M Ifdhal
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · M Ifdhal
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira