Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid menilai capaian panjat tebing di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 belum memuaskan meski menyumbang satu emas karena target semula tiga medali.
"Tentu belum memuaskan, walaupun kita bersyukur," ujar Yenny saat ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, sebelum acara penyerahan bonus kepada atlet peraih medali Asian Games dan Asian Para Games 2026.
Satu-satunya emas panjat tebing datang dari nomor speed putri melalui atlet asal Bali Desak Made Rita yang juga memecahkan rekor Asian Games.
Yenny mengatakan FPTI sebelumnya menargetkan satu emas lagi dari nomor speed putra dan satu medali dari nomor lead putra.
Baca juga: FPTI kirim tujuh atlet ke Chile ikuti seri penutup World Climbing
Namun pada nomor speed putra, atlet asal Jawa Tengah Aditya Tri Syahria didiskualifikasi karena curi start (false start) pada partai final.
"Padahal kalau dia tanding, mungkin dia yang dapat medali emas. Itu memang kita nangis semualah waktu itu," kata Yenny.
Adapun di nomor lead putra, FPTI berharap atlet asal Jawa Timur Putra Tri Ramadani dapat menyumbang medali walaupun bukan emas. Namun Putra hanya berakhir di peringkat lima dalam kompetisi multicabang olahraga di Jepang tersebut.
"Itulah kadang-kadang olahraga, walaupun tercepat, walaupun mungkin paling bisa secara skill, tapi ada faktor luck juga," tutur Yenny.
Baca juga: PP FPTI buat seleknas untuk Olimpiade Los Angeles 2028
Baca juga: Dongkrak kualitas nomor lead, FPTI kirim atlet berlatih ke Jepang
Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Aditya Ramadhan
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira