Jakarta (ANTARA) - Wira's Playroom, ruang pendidikan inklusif yang didirikan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo bersama Reshma Wijaya, hadir di Kemang, Jakarta Selatan, dengan pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi setiap anak
Dalam pernyataan tertulis yang disiarkan oleh Wira's Playroom di Jakarta Pusat pada Selasa, sekolah tersebut mengusung prinsip bahwa bukan anak yang harus menyesuaikan diri dengan sistem pendidikan yang seragam, melainkan lingkungan belajar yang perlu dirancang untuk mengakomodasi keunikan, kebutuhan, dan cara belajar masing-masing anak.
"Kita ingin agar anak-anak tidak harus berjuang menyesuaikan diri dengan lingkungan yang belum memahami mereka. Justru lingkungan belajar yang seharusnya mampu disesuaikan dengan kebutuhan anak," kata Sara.
Sara mengatakan pendirian Wira's Playroom berangkat dari pengalaman pribadinya mendampingi tumbuh kembang putranya, Wira, yang memiliki down syndrome.
Pengalaman tersebut membuatnya memahami pentingnya lingkungan pendidikan yang tidak sekadar menerima anak berkebutuhan khusus, tetapi juga mampu mengenali kebutuhan dan memberikan dukungan agar mereka berkembang secara optimal.
Menurut Sara, setiap anak berhak memperoleh kesempatan belajar yang sama, termasuk kesempatan untuk merasa diterima, belajar dengan bahagia, dan membangun kepercayaan diri.
Dalam mengembangkan pendekatan pembelajarannya, Sara bekerja sama dengan Reshma Wijaya, pendiri Saraswati Learning Center yang juga memiliki pengalaman sebagai ibu dari anak dengan down syndrome bernama Cheryl.
Baca juga: Kemendikdasmen sempurnakan panduan inklusif untuk pembelajaran setara
Reshma menjelaskan Wira's Playroom menerapkan konsep play with purpose, yakni pendekatan yang menjadikan aktivitas bermain sebagai bagian dari proses pembelajaran dengan tujuan pengembangan kemampuan anak.
Melalui pendekatan tersebut, setiap pengalaman bermain dirancang untuk memberikan kesempatan kepada anak dalam bereksplorasi, berkomunikasi, membangun hubungan sosial, mengembangkan kemandirian, serta menemukan potensi dirinya.
"Perjalanan saya dimulai bersama Cheryl, yang mengajarkan saya bahwa sebuah diagnosis tidak menentukan batas kemampuan dan masa depan seorang anak. Bagi saya, bermain bukanlah sesuatu yang terpisah dari belajar, melainkan salah satu cara paling alami bagi anak untuk memahami dunia dan mengembangkan kemampuannya," ujar Reshma.
Ia menekankan pentingnya memahami cara setiap anak belajar dan menciptakan lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan mereka agar potensi yang dimiliki dapat berkembang.
Wira's Playroom yang bernaung di bawah Yayasan Saraswati Wira Bhakti menyediakan layanan pendidikan usia dini dan sekolah dasar, serta dukungan terapi dan perkembangan anak secara terintegrasi.
Ke depan, kedua pendiri berharap pendekatan pendidikan inklusif tersebut dapat terus disempurnakan dan berpotensi diterapkan di berbagai wilayah lain di Indonesia.
Baca juga: Fatma Saifullah Yusuf: Anak disabilitas punya talenta butuh kesempatan
Pendekatan itu sejalan dengan laporan Global Education Monitoring Report 2020 dari UNESCO yang menunjukkan pendidikan inklusif dapat mendukung pencapaian akademik, perkembangan sosial dan emosional, kepercayaan diri, serta penerimaan anak di lingkungan sekolah.
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Hana Dewi Kinarina Kaban
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira