Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) - Seorang warga Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, berinisial SA, nyaris direkrut menjadi tentara bayaran di Rusia setelah menerima tawaran pekerjaan melalui iklan media sosial dengan iming-iming bonus Rp400 juta dan gaji Rp40 juta.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tulungagung Ardian Candra mengatakan kasus tersebut terungkap setelah Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) mendapati pembatalan keberangkatan korban ke Turki melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 30 Oktober 2026.

"Kasus ini terungkap oleh Kementerian P2MI setelah korban membatalkan keberangkatan dari Bandara Soekarno-Hatta. Korban sudah dipulangkan dan kami lakukan klarifikasi," kata Candra di Tulungagung, Rabu.

Berdasarkan keterangan korban, tawaran pekerjaan tersebut bermula dari iklan pop-up yang muncul di akun Instagram miliknya. Iklan itu menawarkan pekerjaan sebagai tentara bayaran di Rusia dengan imbalan bonus dan gaji besar.

Tertarik dengan tawaran tersebut, korban kemudian menghubungi nomor kontak yang tercantum dalam iklan dan mengikuti sejumlah tahapan perekrutan sesuai arahan pihak yang menghubunginya.

Dalam proses perekrutan, korban diminta berangkat dari Indonesia menuju Turki menggunakan visa kunjungan atau visa turis sebelum melanjutkan proses keberangkatan.

"Korban diminta untuk terbang menuju Turki dan mengaku sebagai turis dengan menggunakan visa turis," ujar Candra.

Baca juga: Melindungi WNI dari perekrutan tentara bayaran

Korban bahkan telah memiliki tiket penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Turki serta visa turis untuk memenuhi persyaratan perjalanan.

Namun, sebelum keberangkatan, korban meminta kepastian pembayaran uang muka yang dijanjikan sebagai bagian dari bonus sebesar Rp400 juta, selain gaji Rp40 juta.

Pihak perekrut sebelumnya menjanjikan biaya keberangkatan akan diganti ketika korban hendak berangkat ke Turki. Namun, karena tidak mendapatkan kepastian pembayaran tersebut, korban mulai mencurigai tawaran pekerjaan itu dan memutuskan membatalkan keberangkatan.

"Korban merasa janggal sehingga memutuskan batal berangkat. Korban kemudian melapor ke Kementerian P2MI dan didampingi pemulangan ke Tulungagung," katanya.

Atas kejadian tersebut, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tulungagung mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri melalui media sosial, terutama yang menjanjikan penghasilan besar tanpa prosedur penempatan pekerja migran yang jelas.

Candra meminta masyarakat yang berminat bekerja di luar negeri menggunakan jalur penempatan resmi agar memperoleh perlindungan dan kepastian hukum.

"Jangan mudah percaya dengan iklan pemberangkatan ke luar negeri dengan iming-iming gaji besar karena bisa jadi itu bentuk penipuan," ujarnya.

Baca juga: Yusril: Belum ada kesimpulan penyebab maraknya WNI jadi tentara Rusia

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Destyan H. Sujarwoko

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira