Ada tanggung jawab sosial yang harus dilakukan oleh para sarjana baru, yaitu mengubah kehidupan mulai dari yang gelap menjadi terang, mulai dari yang miskin menjadi tidak miskin, dan seterusnya

Kediri (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof. Dr. Fauzan mengingatkan para lulusan perguruan tinggi agar tidak hanya mengandalkan ijazah untuk meraih kesuksesan, tetapi memperkuat kompetensi, karakter, dan kemandirian.

Pesan tersebut disampaikan Fauzan saat menghadiri Wisuda ke-68 Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri Tahun 2026. Ia menegaskan, kelulusan akademik harus diikuti kemampuan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.

"Ijazah itu sebagai simbol administratif akademis bahwa dia dianggap sudah selesai dan berhak menyandang gelar sarjana. Tetapi secara substansial, kompetensi dan karakter itulah yang dituntut," kata Fauzan di Kediri, Kamis.

Ia mengatakan, para sarjana memiliki tanggung jawab sosial untuk mendorong perubahan positif di lingkungan masing-masing, termasuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Ada tanggung jawab sosial yang harus dilakukan oleh para sarjana baru, yaitu mengubah kehidupan mulai dari yang gelap menjadi terang, mulai dari yang miskin menjadi tidak miskin, dan seterusnya," ujarnya.

Menurut Fauzan, upaya tersebut harus dimulai dari penguatan kualitas diri agar para lulusan mampu menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat. Ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata.

Ia menyebutkan Indonesia setiap tahun meluluskan tidak kurang dari dua juta sarjana. Jumlah tersebut diharapkan sejalan dengan kontribusi lulusan dalam meningkatkan kualitas kehidupan berbangsa dan bernegara.

Fauzan menegaskan, lulusan perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan di lingkungan masing-masing, termasuk membantu mengatasi persoalan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut dia, upaya tersebut harus dimulai dari penguatan diri sendiri, sehingga para sarjana memiliki kemampuan dan karakter yang memadai untuk membawa perubahan positif bagi lingkungan sekitarnya.

Dalam kesempatan itu, Fauzan mengemukakan kesempatan pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Ia menyebutkan pemerintah mengalokasikan kuota bagi 200 calon penerima KIP Kuliah di UNP Kediri pada 2026. Mahasiswa penerima bantuan tersebut diharapkan mampu menunjukkan prestasi dan bersaing dengan mahasiswa lainnya.

Menurut dia, mahasiswa yang menghadapi keterbatasan ekonomi tetap memiliki peluang untuk meraih keberhasilan melalui kerja keras dan kesungguhan dalam menempuh pendidikan.

Ia berharap para lulusan UNP Kediri dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh selama kuliah untuk meningkatkan kualitas diri sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.

Sementara itu, Rektor UNP Kediri Dr. Zainal Afandi, M.Pd., berharap para wisudawan menjadi lulusan yang memiliki ilmu pengetahuan, budi pekerti, dan kebijaksanaan serta mampu bersaing di tingkat global.

"Jadilah sarjana yang sujana, sarjana yang berilmu tinggi, berakhlak budi baik, dan bijaksana. Darmabaktikan gelar ini agar menjadi energi baru bagi bangsa yang maju, modern, dan beradab," kata Zainal.

Ia berharap para lulusan dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh selama kuliah untuk memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung kemajuan bangsa.

Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri memulai rangkaian prosesi Wisuda ke-68 yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 27 hingga 29 Oktober 2026.

Terdapat 1.824 wisudawan dari lima fakultas diwisuda pada periode ini, meliputi Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Kesehatan dan Sains, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Program Pascasarjana.

Baca juga: JK: PT harus tingkatkan kualitas agar sarjana tak menganggur

Baca juga: Kemnaker: "Skill mismatch" faktor utama tingginya penganggur terdidik

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Asmaul Chusna

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira