Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq memastikan Tes Kemampuan Akademik (TKA) hari kedua di SMA Negeri 2 Cileungsi dan SMK Negeri 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat berjalan lancar.

Dalam kunjungan tersebut, Fajar berdialog dengan kepala sekolah, guru, dan murid untuk mendengarkan pengalaman mereka, mulai dari persiapan menghadapi TKA hingga kendala yang muncul selama pelaksanaan.

“Proses penyusunan soal TKA itu melibatkan guru-guru,” ujar Wamendikdasmen Fajar dalam pernyataan tertulis yang disiarkan di Jakarta Pusat pada Selasa.

Ia menjelaskan bahwa para guru menyusun soal secara kolektif dengan mempertimbangkan kemampuan murid di lapangan.

Fajar juga menanggapi masukan guru mengenai kesesuaian materi yang dipelajari di sekolah dengan soal TKA.

Baca juga: Kemendikdasmen perkuat mutu vokasi, 1.4 juta murid SMK ikut TKA

Menurutnya, pembelajaran mendalam lebih menekankan pemahaman terhadap materi esensial daripada banyaknya materi yang harus dipelajari.

Pada kesempatan itu, Kepala SMA Negeri 2 Cileungsi Titin Kustini menjelaskan sekolah telah menyiapkan berbagai kebutuhan sebelum TKA berlangsung.

Persiapan itu mencakup sosialisasi kepada murid dan orang tua, pengecekan laboratorium komputer dan jaringan internet, pemeliharaan perangkat, hingga penyediaan listrik cadangan. Sekolah juga telah melakukan simulasi dan gladi bersih agar murid terbiasa menggunakan aplikasi dan memahami alur TKA.

Selain persiapan teknis, Titin menjelaskan bahwa pihaknya juga memberikan pendampingan akademik melalui pendalaman materi dan latihan soal selama tiga minggu. Guru Bimbingan dan Konseling (BK) turut mendampingi murid untuk menjaga motivasi dan membantu mereka mengelola stres.

"Sekolah juga membuka ruang konsultasi bagi murid yang membutuhkan. Kepada pada orang tua kami ajak untuk memberikan dukungan tanpa membebani anak dengan tuntutan hasil yang berlebihan," kata Titin.

Baca juga: Anggota DPR: TKA di daerah terdampak karhutla utamakan keselamatan

Dari sisi murid, Manggala Hida Rizki, murid kelas XII SMA Negeri 2 Cileungsi, menceritakan bahwa soal Bahasa Indonesia yang dikerjakannya pada sesi pertama banyak berbasis teks.

Menurutnya, pemahaman terhadap bacaan membantu dirinya menemukan jawaban.

Untuk mempersiapkan diri, ia mengerjakan latihan soal daring, belajar bersama guru, dan berdiskusi dengan teman.

“TKA sangat bermanfaat untuk mengetahui sejauh mana perkembangan pembelajaran yang telah dijalaninya. Saya cukup setuju dengan wacana menjadikan TKA sebagai validator,” kata Manggala.

Baca juga: Kemendikdasmen awasi ketat dan sanksi tegas pelanggaran TKA SMA

Baca juga: Mendikdasmen ungkap alasan penggunaan soal panjang dalam TKA

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Hana Dewi Kinarina Kaban

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira