Tokyo (ANTARA) - Pemerintah Jepang akan mengirimkan sejumlah pakar perlindungan kawasan hutan untuk membantu memulihkan wilayah yang terdampak kebakaran padang rumput berskala besar di Mongolia.
Selain membantu pemulihan, para pakar dari Badan Kerja Sama Internasional Jepang (Japan International Cooperation Agency/JICA) tersebut diharapkan dapat melaporkan dampak menyeluruh dari kebakaran tersebut.
"Kami akan berkolaborasi erat dengan Pemerintah Mongolia untuk menyediakan paket kerja sama guna memulihkan kawasan yang terdampak," ujar Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi dalam sebuah konferensi pers.
Ia menuturkan, kerja sama tersebut mencakup penyediaan peralatan yang dibutuhkan serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia terkait pemulihan dampak bencana kebakaran dan restorasi lingkungan.
Kebakaran itu bermula dari aktivitas salah satu anak perusahaan telekomunikasi asal Jepang.
Raksasa telekomunikasi Jepang, KDDI Corp., mengonfirmasi pada Jumat lalu (23/10) bahwa kepulan asap sempat muncul dari bagian bawah kendaraan yang tengah membawa karyawan anak usahanya di Mongolia, Mobicom Corp.
Peristiwa itu terjadi di kawasan Cagar Alam Numrug, yang terletak di wilayah Mongolia bagian timur, pada 8 Oktober lalu, sebelum api akhirnya menjalar ke rumput di sekitarnya.
Menurut laporan media lokal setempat, kobaran api telah menghanguskan sedikitnya 530.000 hektare lahan, termasuk sekitar 80 persen kawasan konservasi alam di dekat perbatasan Mongolia dan China.
Sumber: Kyodo
Penerjemah: Uyu Septiyati Liman
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Uyu Septiyati Liman
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira