Banjarmasin (ANTARA) - Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Wamen PPN/Bappenas) RI Febrian Alphyanto Ruddyard menyatakan, Provinsi Kalimantan Selatan memiliki posisi strategis jadi pintu gerbang logistik dan perdagangan di pulau Kalimantan.
"Kedekatannya dengan Pulau Jawa, jaringan sungai dan pengalaman panjang dalam perdagangan merupakan modal yang sangat berharga hingga menempati posisi strategis itu," ujarnya saat menjadi narasumber secara daring pada kegiatan diskusi publik "Membongkar visi Nusantara economic superhub: di mana posisi Kalsel?" di General Building Student Activity Center Unibersitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Senin.
Sebelumnya dia menyampaikan, untuk menuju Indonesia Emas 2045, transformasi ekonomi Nusantara yang selama puluhan tahun terkonsentrasi di Pulau Jawa dan Sumatera, perlu dibangun pusat-pusat pertumbuhan baru, salah satunya di Pulau Kalimantan.
Menurut dia, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) bukan hanya terkait memindahkan pusat pemerintahan, tapi bertujuan pula untuk dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalimantan yang memiliki lima provinsi.
Baca juga: Pemuda Kaltim bersama OIKN tanam 1.000 pohon di bekas karhutla
Dia menyatakan, Kalimantan memiliki tiga peran strategis yang saling melengkapi, yakni sebagai daerah industri, basis ekspor nasional dan pemasok kebutuhan ekonomi regional.
"Potensinya sangat besar, pada tahun 2025, Kalimantan menyumbang 14 persen ekspor nasional," ujar Febrian.
"Nah, sekarang ini pertanyaannya di mana posisi Kalimantan Selatan?, menurut saya Kalimantan Selatan memiliki posisi strategis jadi pintu gerbang logistik dan perdagangan se-Kalimantan," ujarnya.
Dia mengungkapkan bukti Kalsel jadi pintu gerbang tersebut pada tahun 2025 lalu, nilai ekspor melalui Pelabuhan Trisakti Banjarmasin mencapai 12,13 miliar dolar AS.
Baca juga: SKK Migas sebut Kalimantan-Sulawesi sumber ketahanan energi nasional
"Namun besarnya ekspor itu memang secara otomatis belum mencerminkan manfaat ekonomi, kita mendorong kebijakan logistik tumbuhnya industri, usaha lokal dan lapangan kerja," ujarnya.
Menurut Febrian, ada tiga sektor yang bisa jadi potensi andalan Kalsel, yakni menjadi daerah ketahanan pangan regional, pengembangan kawasan industri dan konektivitas infrastruktur pengembangan ekonomi.
"Masa depan Kalsel tidak hanya ditentukan dengan kedekatannya dengan IKN, tapi kesiapan memanfaatkan peluang ekonomi yang lahir dari pembangunan IKN, kita perlu mengubah kedekatan geografis menjadi keterhubungan ekonomi, mengubah kekayaan alam jadi nilai tambah, dan memastikan pertumbuhan ekonomi membawa kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Pada kegiatan yang diselenggarakan Kalimantan Post dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin ini tidak hanya diikuti Wamen PPN/Bappenas, juga perwakilan Otoritas IKN, jajaran Pemprov Kalsel, perwakilan BI dan lainnya.
Pewarta: Sukarli
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Sukarli
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira