Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menegaskan pendidikan menjadi salah satu jalan untuk memutus rantai kemiskinan sehingga setiap anak perlu mendapat kesempatan bersekolah setinggi mungkin, terlepas dari kondisi ekonomi keluarganya.
"Sekolah itu adalah sarana yang bisa memutus rantai kemiskinan. Saya masih meyakini dan percaya sampai hari ini, yang bisa mengubah masa depan seseorang, keluarga seseorang, dan lingkungan itu adalah pendidikan," ucap Saan, sebagaimana keterangan diterima di Jakarta, Senin.
Saan mengatakan pendidikan tidak hanya membuka kesempatan bagi seseorang untuk memperbaiki kehidupannya, tetapi juga berpotensi meningkatkan kondisi sosial dan ekonomi keluarga.
Untuk itu, dia mengingatkan orang tua agar tidak menjadikan keterbatasan ekonomi sebagai alasan untuk menghentikan pendidikan anak.
Menurut dia, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang.
Ia mengibaratkan pendidikan seperti menanam pohon mangga dari biji. Orang yang menanam belum tentu menikmati hasilnya, tetapi generasi berikutnya dapat merasakan manfaatnya.
"Jangan pernah menghentikan anak kita untuk sekolah, karena sekolah itu seperti investasi untuk masa depan. Mungkin kita yang menanam tidak menikmati hasilnya, tetapi generasi yang akan datang bisa merasakannya," katanya.
Pimpinan DPR bidang industri dan pembangunan itu menegaskan akan terus mendorong agar anak-anak memperoleh kesempatan bersekolah dan tidak kehilangan akses pendidikan karena keterbatasan biaya.
"Saya tidak tega kalau ada orang datang dan tidak bisa sekolah. Karena itu, saya ingin terus mendorong agar anak-anak bisa mendapatkan pendidikan," ujarnya.
Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright ยฉ ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA ยท Fath Putra Mulya
At a glance
- Topic
- World
- Country
- ๐ฎ๐ฉ ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira