Jakarta (ANTARA) - Perusahaan pialang berjangka PT Vantage Markets Futures, yang merupakan entitas lokal Vantage Markets, menjadikan perdagangan emas sebagai salah satu produk unggulan untuk pasar Indonesia.

Direktur Utama PT Vantage Markets Futures Fachrul Zain mengatakan perusahaan berkomitmen untuk mengembangkan tim lokal dan menyesuaikan layanan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

"Kehadiran kami di Indonesia bukan sekadar membawa dan menerapkan model bisnis global ke pasar yang baru," kata Fachrul dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, perusahaan berupaya menggabungkan pengalaman selama 17 tahun di pasar global dengan pemahaman terhadap kebutuhan pengguna di Indonesia.

Penguatan tersebut dilakukan melalui pengembangan tenaga profesional lokal, pemanfaatan teknologi perdagangan, serta peningkatan layanan nasabah dan pengelolaan risiko.

Fachrul mengatakan perusahaan juga berencana terus berinvestasi dalam pengembangan tim, edukasi pasar, dan peningkatan kualitas layanan guna memperkuat keberadaan di Indonesia dalam jangka panjang.

"Kami tidak hanya ingin membawa kapabilitas global ke Indonesia, tetapi juga benar-benar membangun akar yang kuat di sini," ujarnya.

Pada tahap awal pengembangan bisnisnya, perusahaan menjadikan perdagangan emas sebagai salah satu produk unggulan yang dapat diakses melalui platform MetaTrader 5 (MT5) dan Vantage Web Trading.

Perusahaan menyediakan layanan perdagangan emas selama 24 jam sehari dalam lima hari perdagangan setiap pekan, sehingga nasabah dapat menyesuaikan aktivitas transaksi dengan perkembangan pasar global.

Untuk ukuran transaksi, perusahaan menawarkan perdagangan emas mulai dari 0,1 lot dan berencana menurunkan batas minimum menjadi 0,01 lot guna memberikan pilihan ukuran transaksi yang lebih beragam.

Menurut perusahaan, pengembangan layanan tersebut juga mempertimbangkan kebutuhan nasabah dalam mengelola posisi perdagangan sesuai karakteristik produk dan risiko transaksi.

Baca juga: JFX catat nilai transaksi Rp3.268 triliun sepanjang Juli 2026

Baca juga: JFX nilai penguatan pembentukan harga perkuat acuan komoditas domestik

Selain penguatan layanan perdagangan, Vantage Markets Indonesia berencana memperluas edukasi mengenai mekanisme transaksi, karakteristik produk, dan risiko perdagangan derivatif.

Upaya tersebut ditujukan untuk membantu nasabah memahami produk dan mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan transaksi.

Dari sisi legalitas, PT Vantage Markets Futures tercatat dalam direktori resmi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) sebagai perusahaan pialang berjangka yang sebelumnya bernama PT VIG Group Futures.

Sementara itu, pengaturan dan pengawasan derivatif keuangan tertentu telah dialihkan dari Bappebti kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia sejak 10 Januari 2025, sesuai jenis instrumen yang mendasari transaksi.

Dalam perdagangan derivatif, penggunaan fasilitas pengungkit atau leverage dapat memperbesar potensi keuntungan sekaligus kerugian, sehingga transaksi tersebut memiliki risiko tinggi dan tidak sesuai bagi semua nasabah.

Fachrul menambahkan perusahaan ingin memperkuat kepercayaan nasabah melalui peningkatan kualitas layanan, komunikasi yang transparan, serta pengembangan kegiatan edukasi dan keterlibatan sosial.

Baca juga: JFX: Sepanjang Mei makin beragam instrumen dimanfaatkan pelaku pasar

Baca juga: ICDX catat lonjakan transaksi kontrak berjangka minyak mentah COFU10

Baca juga: KBI dan SCash perkuat ekosistem UMKM-koperasi desa berbasis komoditas

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Aria Ananda

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira