Buenos Aires (ANTARA) - Pengadilan di Brasil telah memerintahkan politisi sayap kanan dan senator Flavio Bolsonaro, yang baru-baru ini kalah dalam pemilihan presiden Brasil, untuk menyerahkan paspornya dalam rangka penyelidikan dugaan pencucian uang.

Menurut laporan media G1, Bolsonaro diperintahkan menyerahkan semua paspor yang ia pegang, termasuk paspor diplomatik.

Kepolisian Federal Brasil saat ini menyelidiki Bolsonaro atas dugaan keterlibatannya bersama pengacara Willer Tomaz dalam sebuah skema pencucian uang.

Perhatian penyidik tertuju kepada Tomaz setelah mendapati bukti dirinya mengendalikan perusahaan taruhan Rede Loto, yang mendapat izin operasional dari pemerintah negara bagian Rio de Janeiro pada Mei 2023.

Dengan persetujuan pengadilan, penyidik kemudian memeriksa pesan elektronik, surat elektronik, dan data lainnya dari telepon si pengacara.

Analisis yang dilakukan terhadap material tersebut menunjukkan adanya hubungan finansial antara Tomaz dan Bolsonaro, termasuk sekurangnya lima perjalanan ke luar negeri yang dilakukan keduanya pada semester pertama 2025.

Bolsonaro menolak keras dugaan tersebut dan menyebutnya sebagai "berita palsu".

Adapun putaran kedua pemilihan presiden Brasil pada Minggu (25/10) dimenangi petahana Luiz Inacio Lula da Silva.

Sumber: Sputnik

Baca juga: Pemimpin Amerika Latin ucapkan selamat atas kemenangan Lula

Baca juga: Bolsonaro tolak akui hasil penghitungan suara pemilu Brasil

Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Nabil Ihsan

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira