Yang kami maksud dengan kemitraan adalah, kita menempatkan stakeholders atau pelaku industri dan pemerintah sebagai mitra yang saling menjaga bersama
Jakarta (ANTARA) - US-ASEAN Business Council (USABC) menekankan pentingnya kemitraan antara pemerintah dan pelaku industri dalam menjaga iklim investasi Indonesia di tengah berbagai dinamika perekonomian global.
“Yang kami maksud dengan kemitraan adalah, kita menempatkan stakeholders atau pelaku industri dan pemerintah sebagai mitra yang saling menjaga bersama,” kata Perwakilan USABC Indonesia Bhredipta Socarana dalam taklimat media di Jakarta, Jumat.
Menurut Bhredipta, iklim investasi dan usaha sendiri tidak terlepas dari pengaruh berbagai tekanan eksternal, mulai dari situasi geopolitik, hingga kendala rantai pasok.
“Ketika kita bicara tentang iklim dunia usaha, kita tidak bisa terlepas dari tekanan-tekanan eksternal, apakah di supply chain, krisis geopolitik, atau apakah ada kondisi-kondisi eksternal yang tidak bisa dilepaskan dari kegiatan industri,” jelas dia.
“Ini sudah menjadi satu tantangan yang harus diselesaikan bersama. Kebijakan pemerintah, upaya afirmasi dari pemerintah menjadi penting,” ujarnya menambahkan.
Selain itu, ia mengatakan penting bagi para pemangku kepentingan untuk membangun kepercayaan guna memastikan kemudahan dalam menjalankan bisnis di Indonesia.
“Untuk menumbuhkan investasi tersebut, salah satu kunci pentingnya adalah kepercayaan yang tumbuh antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat secara general,” kata Bhredipta.
“Kalau kita berbicara tentang regulasi, kita berbicara tentang kebijakan, ini sangat relevan. Jangan sampai ada aturan dibuat dan disusun, tapi ternyata tidak bisa dilaksanakan,” imbuhnya.
Oleh karena itu, USABC mengeluarkan delapan rekomendasi yang sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 dan Asta Cita guna mendukung upaya Indonesia mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen.
Delapan rekomendasi USABC itu mencakup modernisasi impor, kepercayaan timbal balik atas hasil uji dan sertifikasi, peningkatan kapasitas teknis pemerintah di bidang digital, kepastian regulasi jangka panjang.
Kemudian, USABC juga merekomendasikan pemerintah untuk melakukan penguatan peran sebagai mitra investasi jangka panjang, memperluas transfer pengetahuan dan kapasitas lokal, menyeimbangkan cadangan devisa dan fleksibilitas reinvestasi, serta mewujudkan komitmen perdagangan.
“Ini adalah rekomendasi dari kami yang sifatnya mendukung upaya pemerintah untuk menyelesaikan masalah tersebut, dan juga menyelesaikan misi dari pertumbuhan ekonomi dan kebermanfaatannya untuk masyarakat,” ujar Bhredipta.
Sementara itu, Presiden sekaligus CEO USABC, Brian McFeeters, mengatakan pihaknya berupaya mencari cara untuk membangun kepercayaan bersama antara pemerintah Indonesia dan perusahaan-perusahaan.
“Perusahaan-perusahaan ini datang untuk memperoleh keuntungan, tetapi mereka juga berkomitmen mematuhi aturan dan regulasi yang ditetapkan pemerintah. Namun, mereka membutuhkan kejelasan dan konsistensi kebijakan,” kata McFeeters.
Baca juga: USABC sebut investasi di sektor digital Indonesia sangat menjanjikan
Baca juga: USABC beri rekomendasi dukung target pertumbuhan ekonomi RI
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Arnidhya Nur Zhafira
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira