Brussels (ANTARA) - Komisi Eropa pada Selasa (3/11) menyatakan bahwa sedang memantau dengan saksama laporan mengenai ancaman bom yang berdampak pada penerbangan di Eropa, namun mengingatkan bahwa masih terlalu dini untuk menentukan apakah berbagai insiden tersebut saling berkaitan.
"Kami memantau situasi ini dengan cermat dan menjalin komunikasi dengan negara-negara anggota yang terdampak," kata seorang juru bicara (jubir) Komisi Eropa dalam sebuah respons yang dikirimkan melalui email kepada Xinhua.
Menurut jubir tersebut, Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (European Union Aviation Safety Agency/EASA) juga turut terlibat.
"Setiap ancaman terhadap warga sipil tidak dapat diterima. Menjamin keselamatan dan keamanan warga tetap menjadi prioritas," ujar jubir tersebut.
Komisi Eropa menolak untuk menarik kesimpulan mengenai kemungkinan adanya keterkaitan antara insiden-insiden yang dilaporkan itu.
"Masih terlalu dini untuk menyimpulkan apakah insiden-insiden yang dilaporkan tersebut saling berkaitan. Penyelidikan-penyelidikan nasional masih berlangsung dan menjadi tanggung jawab otoritas yang berwenang," ujar jubir itu.
Sekitar tujuh penerbangan penumpang yang menuju Polandia, Bulgaria, Italia, dan Spanyol menerima ancaman bom pada Selasa, yang memicu pemeriksaan keamanan dan mengganggu operasional bandara untuk sementara waktu. Tidak ditemukan perangkat peledak apa pun.
Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Xinhua
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira