Jakarta (ANTARA) - TNI AU menyebar 42 ton garam di langit Sumatera Selatan untuk menciptakan hujan buatan dalam rangka mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kamis.
Dalam siaran pers TNI AU yang diterima di Jakarta, dijelaskan proses operasi modifikasi cuaca (OMC) ini dilakukan menggunakan pesawat angkut milik TNI AU dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Proses penyemaian dilakukan menggunakan pesawat C-130 Hercules dari Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, serta dua pesawat BNPB," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Feri Yunaldi dalam siaran pers tersebut.
Proses penyemaian garam bermula dari pesawat yang lepas landas dari Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang.
Pesawat lalu terbang ke langit wilayah terjadinya karhutla. Setelah sampai di posisi itu, barulah pesawat menyalakan alat khusus untuk menyebarkan garam ke langit.
Kandungan garam tersebut akan bereaksi saat menyentuh awan dan menghasilkan hujan buatan.
Feri menambahkan upaya itu sudah dilakukan TNI AU sejak beberapa hari lalu dan terbukti berhasil.
"Dalam beberapa hari terakhir, hujan telah turun di Kota Palembang dan sejumlah daerah lainnya di Sumsel," kata dia.
Feri memastikan operasi OMC akan terus dilakukan guna memastikan seluruh titik api yang membakar hutan di Sumatera Selatan padam.
Baca juga: TNI AU berhasil hadirkan hujan buatan untuk tangani karhutla di Sumsel
Baca juga: TNI kirim logistik operasi modifikasi cuaca di Banjarmasin
Pewarta: Walda Marison
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Walda Marison
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira