Jakarta (ANTARA) - Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Feri Yunaldi memastikan pesawat angkut TNI AU dalam kondisi siap digunakan untuk menjalankan misi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hal tersebut dikatakan Feri saat ditanya ANTARA soal upaya menjaga mesin agar tetap berfungsi baik di tengah padatnya aktivitas pesawat angkut AU dalam menangani karhutla.
"Untuk memastikan alutsista dan peralatan misi siap digunakan secara berkelanjutan, TNI AU melalui Komando Pemeliharaan Materiel TNI AU (Koharmatau) bersama satuan pemeliharaan terkait melaksanakan penyiapan, pemeriksaan, perbaikan, dan pengujian," kata Feri saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Kamis.
Tidak hanya memeriksa mesin saja, pihaknya juga memeriksa mesin semai secara rutin untuk memastikan bisa berfungsi dengan baik.
TNI AU, lanjut dia, juga menggandeng instansi dari luar TNI dalam proses pemeriksaan dan pemeliharaan mesin pesawat. Hal tersebut dilakukan untuk agar pemeriksaan mesin pesawat bisa dilakukan secara maksimal.
"Kegiatan pemeriksaan melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta teknisi dari sejumlah Depohar (Depo Pemeliharaan) sesuai kompetensinya. Kesiapan peralatan dan dukungan teknis menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran serta kesinambungan pelaksanaan operasi," ucap Feri.
Saat ini, tercatat ada 11 pesawat angkut TNI AU masih beroperasi dalam misi penanganan karhutla. Pesawat-pesawat itu berfungsi dengan baik dalam menjalankan beberapa tugas mulai dari pengantaran logistik operasi modifikasi cuaca (OMC) hingga penyemaian garam di kawasan karhutla untuk menciptakan hujan.
Feri memastikan pesawat-pesawat tersebut akan terus berfungsi dengan baik dan mensukseskan penanganan karhutla.
Baca juga: TNI AU kerahkan 11 pesawat angkut untuk tangani karhutla
Baca juga: TNI kirim logistik operasi modifikasi cuaca di Banjarmasin
Baca juga: TNI AU berhasil hadirkan hujan buatan untuk tangani karhutla di Sumsel
Pewarta: Walda Marison
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Walda Marison
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira