Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan alur oknum Rumah Pangan Kita (RPK) di Jakarta Timur memesan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui sistem resmi sebelum diduga melakukan repacking dan pengoplosan.
"Menindaklanjuti yang disampaikan Bapak Menteri Pertanian selaku Kepala Bapanas (Badan Pangan Nasional) juga, kami dari Perum Bulog serta Pak Kapolres (Jakarta Timur), kemarin kebetulan kami mendapat informasi adanya penangkapan oknum yang melakukan repacking beras SPHP Bulog di-repack menjadi beras 50 kg," kata Rizal di Jakarta, Kamis.
Rizal mengatakan Bulog bersama kepolisian menemukan dugaan praktik repacking beras SPHP Bulog yang diubah menjadi kemasan 50 kilogram melalui penelusuran distribusi di Jakarta Timur.
Ia menjelaskan pengungkapan bermula setelah pihaknya menerima informasi mengenai penangkapan oknum yang melakukan pengemasan ulang beras SPHP di wilayah Matraman.
Baca juga: Mentan tegaskan temuan oplos beras SPHP bukti perang mafia pangan
Setelah penangkapan pertama dilakukan, pendalaman kasus kemudian mengarah ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) untuk menelusuri jalur distribusi dan pihak yang terlibat.
Dari hasil penindakan tersebut, terdapat sejumlah pihak yang diperiksa aparat kepolisian terkait dugaan penyalahgunaan beras SPHP melalui jaringan penyaluran tertentu.
Rizal menjelaskan Bulog tidak hanya menelusuri pelaku lapangan, tetapi juga mendalami proses bagaimana beras SPHP tersebut diperoleh melalui saluran distribusi resmi perusahaan.
Menurut dia, penelusuran dilakukan dengan mengidentifikasi nomor kendaraan truk pengangkut beras yang kemudian diarahkan pemeriksaannya menuju kantor Bulog wilayah DKI Jakarta.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Muhammad Harianto
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira