Semarang (ANTARA) - Tiga kelompok wayang orang legendaris dari Semarang, Solo, dan Jakarta, akan bertemu dalam satu panggung di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, pada Minggu (8/11) dalam Festival Wayang Semesta 2026.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, di Semarang, Kamis, mengatakan ingin menghadirkan pertunjukan budaya yang mempertemukan tradisi, kolaborasi, dan keterlibatan masyarakat lintas generasi.

Festival Wayang Semesta 2026 akan mengambil tema "Tiga Legenda Dalam Satu Semesta" yang berlangsung pukul 16.00 hingga 23.00 WIB dan terbuka untuk masyarakat secara gratis.

Tiga kelompok yang akan tampil dalam pementasan utama adalah Wayang Orang Ngesti Pandowo dari Semarang, Wayang Orang Sriwedari dari Solo, dan Wayang Orang Bharata dari Jakarta yang berkolaborasi membawakan lakon "Sekar Mustika".

Baca juga: Menbud: Kolaborasi Poke Wayang jadi media promosi budaya Indonesia

Agustina mengatakan Festival Wayang Semesta menjadi ruang untuk menjaga keberlanjutan tradisi, sekaligus mempertemukan para pelaku seni dari berbagai daerah.

Keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, lanjutnya, juga menjadi bagian penting dalam upaya mengenalkan seni pewayangan.

"Festival Wayang Semesta hadir sebagai ruang untuk menjaga, menghidupkan, dan merayakan tradisi melalui kolaborasi, partisipasi publik, dan keterlibatan lintas generasi," katanya.

Menurut dia, kolaborasi antarkelompok wayang dari tiga kota menjadi kekuatan utama penyelenggaraan tahun ini. Pertemuan tersebut diharapkan membuka ruang pertukaran gagasan dan memperkuat jejaring para pelaku seni pewayangan.

"Setelah memperkenalkan wayang kepada dunia, langkah berikutnya adalah memperkuatnya melalui kolaborasi. Festival Wayang Semesta 2026 menjadi ruang bertemunya para pelaku, kelompok, dan ragam seni pewayangan untuk saling terhubung serta menciptakan cerita baru," katanya.

Baca juga: Wamen Ekraf: Aniwayang bukti karya tradisi bisa ke panggung global

Selain pementasan kolosal wayang orang, festival ini juga menghadirkan Wayang Potehi Tek Gie Hien, pertunjukan wayang kulit oleh dalang cilik, serta penampilan penari dari Akademi Wayang Semarang.

Pementasan itu turut dimeriahkan penyanyi Nugraha Pawestri, OM Syalala, Vaganza Band, dan bintang tamu nasional Gilang Dirga.

Ia mengajak masyarakat untuk hadir dan menikmati rangkaian pertunjukan tersebut karena keterlibatan publik menjadi salah satu cara untuk menjaga agar seni tradisi tetap dikenal dan tumbuh di tengah masyarakat.

"Mari kita saksikan dan ramaikan bersama. Wayang bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga cerminan nilai, identitas, dan cinta bangsa yang harus terus kita uri-uri bersama," katanya.

Baca juga: Mengenal kesenian wayang orang yang masih lestari hingga kini

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Zuhdiar Laeis

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira