Teheran (ANTARA) - Tiga kapal tanker menghantam ranjau di Selat Hormuz meski Amerika Serikat mengeklaim bahwa jalur tersebut telah dibersihkan dari ranjau, kata Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Kamis.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengatakan AS telah membersihkan ranjau-ranjau dari jalur pelayaran utama di Selat Hormuz, dan ribuan kapal telah melintasi perairan tersebut.

"Selama 24 jam terakhir, tiga kapal tanker yang melanggar batas menabrak ranjau dan terbakar selagi melintasi rute selatan Selat Hormuz, rute yang dilarang [oleh Iran]," demikian pernyataan kantor pers IRGC.

Militer Iran menyebut ketiga kapal tersebut telah menonaktifkan sistem radar dan navigasi mereka dan juga mengabaikan peringatan yang dikeluarkan Angkatan Laut IRGC.

Pada 28 Februari, AS dan Israel menyerang sejumlah target di Iran, termasuk di Ibu Kota Teharan, yang memicu aksi balasan dari pihak Iran.

Pada pertengahan Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri permusuhan, namun tak lama kemudian, kedua pihak kembali saling serang. Hingga saat ini, konflik AS-Iran belum terselesaikan.

Permusuhan AS-Iran telah menyebabkan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz nyaris terhenti total. Selat ini merupakan jalur vital bagi pasokan global minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair (LNG). Akibatnya, harga bahan bakar di sebagian besar negara mengalami lonjakan.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: IRGC: Kapal supertanker meledak usai tabrak ranjau di Selat Hormuz

Baca juga: Kapal kargo bawa 2.500 kontainer tenggelam kena ranjau di Selat Hormuz

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Asri Mayang Sari

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira