Mataram (ANTARA) - Sejumlah perempuan terlihat sibuk membentuk adonan temerodok di tengah hiruk pikuk Sakra Pusat, sebuah kecamatan di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Jemari mereka menari-nari membentuk setiap adonan temerodok menjadi bentuk yang serupa meski dikerjakan secara manual.

Di sebuah toko sederhana milik keluarganya, Eka (37 tahun), bersama tiga perempuan lainnya, masih mempertahankan cara tradisional dalam pembuatan jajanan khas Sakra tersebut.

Proses pembuatan temerodok membutuhkan ketelatenan. Setiap adonan yang telah dibentuk harus melalui proses penggorengan dua kali.

Setelah itu, temerodok didiamkan hingga dingin sebelum memasuki proses pemberian gula. Tahapan demi tahapan tetap berjalan di tengah kesibukan toko melayani pembeli yang terus datang silih berganti.

Suasana itu memperlihatkan bagaimana sebuah jajanan tradisional tetap bertahan di tengah kehidupan masyarakat yang terus bergerak. Di saat berbagai pilihan makanan semakin beragam, temerodok masih memiliki tempat tersendiri bagi masyarakat yang mengenalnya.

Adonan temerodok siap goreng. ANTARA/Khansa Fadiyah Asnawi

Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Sugiharto, Khansa Fadiyah, dan Novia Aulia

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira