Jakarta (ANTARA) - Emiten yang sedang bertransisi ke bisnis infrastruktur berkelanjutan, PT TBS Energi Utama Tbk atau TOBA, mencatat pendapatan bisnis kendaraan listrik melalui anak perusahaan Electrum tumbuh 120 persen atau 12,9 juta dolar AS pada Januari-September 2026 dibandingkan tahun sebelumnya (year on year/yoy).
"Pada sembilan bulan pertama 2026,, bisnis kendaraan listrik TBS mencatatkan pendapatan sebesar 12,9 juta dolar AS, tumbuh 120 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Bisnis ini juga mencatatkan laba kotor sebesar 1,2 juta dolar AS pada periode yang sama, membalikkan rugi kotor sebesar 0,7 juta dolar AS pada periode yang sama di tahun sebelumnya," kata Direktur dan Chief Financial Officer TBS Juli Oktarina dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.
Menurut Juli, hingga 30 September 2026, lebih dari 14.000 sepeda motor listrik telah beroperasi di jalan, atau 115 persen lebih tinggi dibandingkan per 30 September 2025.
Electrum merupakan anak perusahaan ventura bersama TBS dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo). Perseroan menyatakan Electrum memperlihatkan pertumbuhan berkelanjutan, dengan lebih banyak motor yang beroperasi dan stasiun penukaran baterai (BSS) yang semakin tersedia luas.
Selain kendaraan listrik, TBS juga mengoperasikan bisnis pengelolaan limbah dan energi terbarukan. Juli mengatakan bisnis pengelolaan limbah TBS mencatatkan pendapatan 157,3 juta dolar AS atau tumbuh 41 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Secara kolektif bisnis pengelolaan limbah TBS mengumpulkan 755.990 ton limbah sepanjang Januari-September 2026.
Untuk bisnis energi terbarukan, TBS mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Mini-Hidro Sumberjaya di Lampung dengan kapasitas 6MW, di mana TBS memiliki kepemilikan minoritas pada perusahaan operatornya, PT Adimitra Energi Hidro. Pada Januari-September 2026, pembangkit listrik ini telah menghasilkan 20,8GWh listrik dengan ketersediaan sebesar 97 persen.
Secara keseluruhan, TBS mencatatkan pertumbuhan 105 persen pada laba kotor dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya serta perbaikan 72 persen pada rugi bersih. Perseroan juga mencatatkan pertumbuhan 39 persen (yoy) pada laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi yang telah disesuaikan (EBITDA yang disesuaikan).
Juli mengatakan ketiga bisnis infrastruktur berkelanjutan berkontribusi kepada sebagian besar dari pendapatan dan EBITDA yang disesuaikan perseroan.
"Pada sembilan bulan pertama tahun 2026, TBS terus membuktikan bahwa transformasi yang sedang dijalankannya menghasilkan pendapatan yang berkualitas," ujarnya.
Perseroan mencatatkan pendapatan konsolidasian pada sembilan bulan pertama tahun 2026 sebesar 257,3 juta dolar AS atau lebih rendah 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dikarenakan penurunan pendapatan dari bisnis legacy perseroan atau bisnis pertambangan dan perdagangan batu bara . Walau demikian, laba kotor tumbuh 105 persen (yoy), mencapai 45,2 juta dolar AS.
Terkait dengan profitabilitas, TBS mencatatkan rugi bersih konsolidasian sebesar 35,4 juta dolar AS pada Januari-September 2026, atau menyusut 72 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu sebesar 127,9 juta dolar AS.
Bisnis infrastruktur berkelanjutan TBS tetap menjadi kontributor utama bagi pendapatan dan profitabilitas TBS secara keseluruhan. Bisnis pengelolaan limbah dan kendaraan listrik TBS secara kolektif berkontribusi 66 persen kepada pendapatan konsolidasian perseroan dan 71 persen pada EBITDA yang disesuaikan.
Baca juga: ADB salurkan pembiayaan 10 juta dolar ke TBS guna dukung ekosistem EV
Baca juga: Electrum luncurkan motor listrik H5 hingga ekosistem EV
Baca juga: Electrum kerja sama dengan Pertamina untuk mengemas baterai listrik
Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Indra Arief Pribadi
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira