Kota Sabang, Aceh (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) melalui hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) mencatat harga properti residensial di pasar primer pada triwulan III 2026 tumbuh terbatas, sebagaimana tecermin dari perkembangan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR).
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan yang diterima di Kota Sabang, Aceh, Jumat, menyampaikan bahwa IHPR triwulan III 2026 tumbuh sebesar 0,58 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Angka itu sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan II 2026 yang sebesar 0,69 persen (yoy).
Berdasarkan hasil survei, BI mencatat bahwa perlambatan tersebut terutama dipengaruhi oleh perlambatan pertumbuhan harga rumah tipe menengah dan besar yang masing-masing mencatatkan indeks sebesar 114,15 dan 108,50.
Kedua tipe rumah tersebut masing-masing mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,63 persen (yoy) dan 0,57 persen (yoy), melambat dibandingkan triwulan II 2026 sebesar 0,83 persen (yoy) dan 0,68 persen (yoy).
Sementara, indeks harga rumah tipe kecil mencatatkan peningkatan dengan indeks sebesar 114,14 dengan pertumbuhan sebesar 0,55 persen (yoy), meningkat dibandingkan triwulan II 2026 yang tumbuh sebesar 0,49 persen (yoy).
Dari sisi penjualan, hasil survei mengindikasikan penjualan properti residensial di pasar primer pada triwulan III 2026 menurun di seluruh tipe rumah.
Secara keseluruhan, penjualan properti residensial di pasar primer masih terkontraksi sebesar 8,43 persen (yoy).
Adapun dari sisi pembiayaan, hasil survei menunjukkan bahwa sumber utama pembiayaan pembangunan properti residensial oleh pengembang berasal dari dana internal perusahaan, dengan pangsa sebesar 73,94 persen dari total kebutuhan pembiayaan.
Sementara itu, mayoritas pembelian rumah di pasar primer oleh konsumen dilakukan melalui skema pembelian kredit pemilikan rumah (KPR), dengan pangsa sebesar 70,68 persen dari total skema pembelian.
Baca juga: Survei BI catat harga properti residensial triwulan II naik terbatas
Baca juga: Menjaga daya beli rumah subsidi di tengah kenaikan BI Rate
Baca juga: Survei BI: Harga properti residensial triwulan IV 2025 tumbuh terbatas
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Rizka Khaerunnisa
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira