Jakarta (ANTARA) - Saat mendengar kata stres, biasanya orang langsung mengaitkannya dengan hal-hal negatif seperti kecemasan yang berlebihan, kelelahan fisik dan mental, atau tertekan karena masalah. Padahal, stres tidak selalu berdampak buruk.

Pada kondisi tertentu, stres justru bisa mendatangkan efek positif. Stres mampu membuat seseorang lebih fokus dan termotivasi. Kondisi ini disebut stres baik atau eustress. Sebaliknya, ada juga stres buruk atau yang dikenal sebagai distress.

Baik stres buruk maupun stres baik memiliki penyebab dan dampak yang berbeda bagi tubuh dan pikiran. Lalu, apa saja perbedaan dari keduanya?

Apa itu stres baik?

Stres baik dalam psikologi disebut eustress. Biasanya, kondisi ini muncul saat sedang menghadapi sesuatu yang penting. Seseorang akan merasa tertantang tetapi tetap yakin mampu menghadapinya.

Stres jenis ini bisa terjadi saat menaiki roller coaster, berusaha mendapatkan promosi jabatan, menjalani kencan pertama, mengikuti perlombaan, hari pertama masuk kerja, atau ketika menghadapi ujian penting.

Mengalami stres baik bisa membuat seseorang merasa lebih semangat dan menikmati hidup. Stres dengan kadar ringan juga bisa memberikan dampak positif. Tubuh dan pikiran akan tetap siaga yang membuat seseorang siap menghadapi tantangan.

Stres baik bisa mendorong kita untuk berkembang dan mencoba hal-hal baru. Tetapi biasanya perasaan ini bisa berkurang setelah berhasil melewati tantangan. Sebagai gantinya, kita bisa merasa bangga karena telah mencapai sesuatu atau mengalami kemajuan.

Bukan hanya itu saja, stres juga bisa meningkatkan fokus dan mendorong seseorang untuk memberikan hasil yang terbaik. Namun, perlu diingat bahwa manfaat ini terjadi apabila kadar stresnya rendah. Stres yang terlalu tinggi justru bisa mendatangkan dampak sebaliknya.

Baca juga: Kenapa stres bikin kita lebih suka makanan manis? ini penjelasannya

Apa itu stres buruk?

Stres buruk atau distress bisa terjadi saat seseorang merasa tertekan dalam waktu yang panjang dan kesulitan mengendalikan perasaan tersebut. Situasi ini bisa berlangsung lama meskipun penyebab awal stres sudah menghilang.

Penderitanya bisa merasa cemas, kelelahan, atau tegang. Efeknya bahkan bisa membuat pekerjaan yang ringan terasa berat untuk dilakukan. Lama kelamaan, stres buruk bisa mendatangkan masalah kesehatan seperti perubahan mood, nafsu makan, sakit kepala, dan kelelahan.

Jangan terlalu khawatir, pada kasus tertentu stres buruk bisa diubah menjadi stres baik. Caranya adalah dengan mengubah cara pandang dan situasi yang sedang dihadapi. Melakukan hal ini bisa mengurangi tekanan yang membuat stres.

Tubuh akan merasa stres saat kita menganggap suatu keadaan sebagai ancaman. Tetapi jika kita melihatnya sebagai tantangan yang bisa dilewati, perasaan takut justru bisa berubah menjadi semangat untuk menghadapinya.

Cara membedakan stres baik dan stres buruk

Perbedaan utama antara stres baik dan stres buruk sebenarnya terletak pada cara kita memandang dan menghadapi tekanan.

Misalnya yaitu saat ingin mengikuti wawancara kerja. Jika pikiran kita dipenuhi pikiran negatif dan rasa takut gagal, hal ini justru akan membuat seseorang terganggu konsentrasinya dan menjadi semakin tertekan.

Berbeda halnya jika kita melihat wawancara kerja sebagai kesempatan untuk mendapatkan pengalaman baru atau menunjukkan kemampuan diri. Stres baik justru akan mendorong kita mempersiapkan diri melakukan yang terbaik.

Selain itu, perbedaan lainnya adalah stres buruk biasanya berlangsung lama. Tubuh juga sering merasa tegang dan terus waspada. Bahkan, beristirahat saja belum cukup untuk membuat tubuh menjadi segar. Lama-lama kondisi ini bisa meningkatkan burnout.

Sebaliknya, stres baik baik biasanya muncul dan mereda sesuai dengan kebutuhan. Setelah masalah berhasil dilewati stres akan berkurang dan tubuh kembali merasa tenang. Stres jenis ini juga bisa membantu kita lebih fokus dan termotivasi ketika menghadapi tantangan, demikian mengutip Mayo Clinic dan sumber-sumber lain.

Baca juga: Pola makan dan gaya hidup bantu mengatasi stres

Baca juga: Stres tak selalu buruk, ini 4 manfaatnya bagi kesehatan

Pewarta: Raissa Kusuma Hapsari
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Raissa Kusuma Hapsari

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira