Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie menyoroti setiap program beasiswa perlu dirancang berdasarkan tujuan yang jelas agar mampu memperluas akses pendidikan sekaligus menyiapkan talenta sesuai kebutuhan pembangunan.

Untuk itu, pengembangan ekosistem beasiswa tidak cukup berhenti pada penyediaan pembiayaan, tetapi perlu menghubungkan akses informasi, pendidikan, pengembangan kompetensi, hingga kesiapan memasuki dunia kerja.

"Keadilan sosial berarti semuanya harus mendapatkan akses, semuanya bisa mengakses," katanya dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Kemdiktisaintek dalami temuan BPK soal 320 mahasiswa wafat terima KIP

Wamendiktisaintek mencontohkan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, yang berorientasi pada perluasan akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Salah satu upaya yang dilakukan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) adalah menyesuaikan mekanisme penyaluran KIP Kuliah agar lebih banyak calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu, dapat memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi.

Selain pembiayaan, kata Stella, tantangan berikutnya adalah memastikan masyarakat mengetahui peluang beasiswa yang tersedia. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Kemdiktisaintek mengembangkan portal SatuBeasiswa yang mempertemukan lembaga pemberi beasiswa dengan masyarakat pencari beasiswa dalam satu platform.

Ia menekankan bahwa pengembangan talenta tidak selesai ketika seseorang menerima beasiswa atau menuntaskan pendidikan.

"Ekosistem beasiswa perlu mencakup pendampingan, mentoring, pengembangan keterampilan, pengalaman praktik, dan koneksi dengan dunia kerja. Dengan demikian, beasiswa dapat berkontribusi lebih luas terhadap produktivitas, inovasi, serta pembangunan nasional," ujar Stella Christie.

Baca juga: Kemenag telah salurkan beasiswa PIP dan KIP hingga Rp7 triliun

Baca juga: Kemdiktisaintek pastikan perubahan desil tak gugurkan KIP Kuliah

Pandangan tersebut sejalan dengan Ketua Dewan Kehormatan Asosiasi Jaringan Beasiswa Indonesia (AJBI), Fasli Jalal, yang menilai beasiswa perlu dipahami sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan manusia.

Menurut dia, beasiswa adalah investasi yang sangat strategis dalam pembangunan manusia dan masa depan bangsa.

"Ketika seorang anak memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan, sesungguhnya kita tidak hanya mengubah nasib satu individu, tapi membuka kesempatan terjadi mobilitas sosial bagi dirinya, keluarganya, masyarakatnya, bahkan bagi generasi berikutnya," ucap Fasli Jalal.

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Sean Filo Muhamad

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira