Moskow (ANTARA) - Angkatan Udara Amerika Serikat menandatangani kontrak senilai 694 juta dolar AS (sekitar Rp12,5 triliun) dengan perusahaan pertahanan Lockheed Martin untuk memproduksi rudal hipersonik udara ke darat.

Menurut laporan surat kabar Stars and Stripes, kesepakatan tersebut akan memindahkan program AGM-183A Air-Launched Rapid Response Weapon (ARRW) dari tahap prototipe dan pengujian menuju produksi dan pengadaan.

Rudal tersebut sebagian besar telah diuji menggunakan pembom strategis B-52H Stratofortress, tetapi angkatan udara AS juga berencana menggunakan pembom B-1B Lancer.

Jumlah pasti unit rudal dan tanggal pengirimannya belum diungkapkan. Kontrak tersebut ditandatangani pada 29 September lalu.

Menurut Angkatan Udara AS, AGM-183A memiliki kemampuan peluncuran dengan jangkauan sejauh 1.000 mil (1.609 Km).

Sementara itu, situs berita Defense One melaporkan program ARRW diluncurkan pada 2018 ketika Lockheed Martin menerima kontrak senilai 480 juta dolar AS saat itu.

Rudal itu disebut sebagai senjata hipersonik boost-glide. Rudal tersebut diluncurkan dari pesawat, mencapai atmosfer atas menggunakan pendorong roket, kemudian meluncur ke bawah dan bermanuver.

Sumber: Sputnik

Baca juga: Korea Selatan sukses lakukan uji peluncuran rudal hipersonik pertama

Baca juga: Turki pamerkan rudal hipersonik antarbenua Yildirimhan

Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Fransiska Ninditya

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira