Jakarta (ANTARA) - Sistem Parkir Efektif (SiParkir) dan Asli Murni Aman Nutrisi (AMAN) menjadi inovasi andalan Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, dalam Innovative Government Award (IGA) 2026 yang diselenggarakan Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Sekretaris Daerah Kabupaten Sorong Nimrod Sesa, saat memperkenalkan sejumlah inovasi unggulan daerahnya dalam tahapan presentasi kepala daerah, Kamis, menjelaskan bahwa SiParkir merupakan pengelolaan parkir modern, transparan, dan berbasis teknologi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"SiParkir bertujuan membangun sistem parkir yang dirancang dengan pendekatan low cost, high impact, sehingga tata kelola sektor parkir dapat menjadi lebih modern, transparan, dan berbasis teknologi," ujarnya, dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Nimrod menjelaskan sebelum SiParkir diterapkan, pengelolaan parkir di Kabupaten Sorong masih menghadapi sejumlah kendala, seperti belum adanya sistem retribusi yang efektif dan terstandar, penataan parkir yang belum tertib, tumpang tindih kewenangan, hingga lemahnya pengawasan yang berpotensi menimbulkan kebocoran retribusi.

Kondisi tersebut turut memengaruhi rendahnya kontribusi sektor parkir terhadap PAD.

Implementasi SiParkir ditandai dengan penerapan tanda pengenal bagi petugas parkir resmi serta pembentukan posko konsultasi parkir.

Melalui langkah tersebut, pemerintah daerah menargetkan pengelolaan parkir yang lebih tertib dan berbasis data, optimalisasi penerimaan retribusi melalui kepastian tarif dan standar operasional prosedur (SOP) serta peningkatan akuntabilitas fiskal dan kepercayaan masyarakat.

Selain sektor parkir, Kabupaten Sorong juga mengembangkan inovasi Asli Murni Aman Nutrisi (AMAN) dari Dinas Tanaman Pangan.

Inovasi itu berfokus pada pengawasan keamanan pangan dari hulu hingga hilir sekaligus mengedukasi petani agar mengurangi penggunaan pestisida kimia yang berpotensi meninggalkan residu berbahaya pada hasil pertanian.

Nimrod menyampaikan inovasi AMAN dilatarbelakangi oleh masih adanya penggunaan pestisida kimia dengan dosis yang tidak sesuai, termasuk penggunaannya menjelang masa panen. Selain itu, terdapat risiko peredaran produk pangan yang tercemar residu serta informasi mengenai nutrisi pangan yang menyesatkan.

"Penguatan inovasi AMAN dilakukan melalui edukasi kepada kelompok tani untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia, menjaga keseimbangan ekosistem pertanian, serta mengantisipasi resistensi hama," ujarnya.

Implementasi AMAN dilakukan di Kampung Malamai, Distrik Mayamuk, melalui kampanye penggunaan pestisida nabati. Pestisida tersebut dibuat dari bahan alami, khususnya tumbuhan, untuk membantu mengendalikan hama dan penyakit tanaman tanpa meninggalkan residu kimia berbahaya.

"Melalui inovasi ini, kami menargetkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola lahan serta tanaman. Pengurangan penggunaan pestisida dan bahan kimia berbahaya juga diharapkan dapat mendukung sistem pertanian yang mampu menyediakan pangan sehat dan bergizi secara berkelanjutan bagi masyarakat," kata Nimrod.

Dalam paparannya, Nimrod menyampaikan, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya telah mengirimkan 87 inovasi hingga 2026.

Jumlah tersebut terdiri atas 51 inovasi pelayanan publik atau 58,6 persen, 16 inovasi tata kelola pemerintahan daerah atau 18,4 persen serta 20 inovasi lainnya yang berkaitan dengan urusan pemerintahan dan kewenangan daerah atau 23 persen.

Ia menjelaskan pengembangan inovasi tersebut memberikan dampak terhadap penguatan budaya inovasi di organisasi perangkat daerah (OPD), peningkatan kualitas pelayanan publik serta peningkatan skor dan peringkat IGA Kabupaten Sorong.

"Arah lanjut pengembangan inovasi adalah memperkuat pendampingan dan kurasi inovasi OPD, menjaga keberlanjutan dan replikasi inovasi, meningkatkan kualitas dokumen, bukti dukung dan dampak inovasi," ujarnya.

Baca juga: BSKDN gelar presentasi IGA 2026, uji dampak inovasi unggulan daerah

Baca juga: Jateng dan Bangkalan paparkan inovasi unggulan di IGA 2026

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Sigit Pinardi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Benardy Ferdiansyah

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira