Jakarta (ANTARA) - Rektor Swiss German University (SGU) Samuel P Kusumocahyo menyampaikan bahwa pengalaman industri bernilai penting untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja, terutama dalam memahami penerapan pengetahuan akademik di lingkungan profesional.

“Pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab untuk membekali mahasiswa tidak hanya dengan pengetahuan akademik, tetapi juga kemampuan untuk menerapkannya dalam situasi nyata,” ujar Samuel, dikutip di Jakarta, Kamis.

Ia juga mengatakan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri diperlukan agar proses pembelajaran tetap terhubung dengan perkembangan serta kebutuhan dunia kerja.

Menurut Samuel, keterlibatan praktisi industri dapat memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mempelajari dinamika bisnis, memahami tantangan profesional, serta mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan setelah lulus.

Baca juga: Wamendiktisaintek: Pendidikan di perguruan tinggi harus lebih adaptif

Hal itu pun telah dia sampaikan dalam seminar karier bertajuk “Beyond the Brand: Explore Marketing. Discover Careers” di Kampus SGU, Alam Sutera, Tangerang. Dalam seminar tersebut, mahasiswa dan alumni SGU memperoleh wawasan dari praktisi ISMAYA Group mengenai industri pemasaran dan brand experience.

Kegiatan itu juga memperkenalkan sejumlah peluang profesional, termasuk program Management Trainee 2027, kesempatan magang, serta rekrutmen pekerja harian untuk penyelenggaraan Djakarta Warehouse Project (DWP) 2026.

Samuel berharap kemitraan antara SGU dan ISMAYA Group dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa dan alumni untuk belajar langsung dari praktisi industri serta mempersiapkan karier mereka.

Kerja sama tersebut sebelumnya ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman pada September 2026 dan dilanjutkan dengan penandatanganan Implementation Agreement pada 27 Oktober 2026 untuk memperkuat pelaksanaan kemitraan kedua institusi.

Baca juga: Kemendiktisaintek perkuat kampus rawan bencana kembangkan laboratorium

Sebelumnya, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan telah mengingatkan para lulusan perguruan tinggi agar tidak hanya mengandalkan ijazah untuk meraih kesuksesan, tetapi memperkuat kompetensi, karakter, dan kemandirian.

Ia menegaskan, kelulusan akademik harus diikuti kemampuan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.

"Ijazah itu sebagai simbol administratif akademis bahwa dia dianggap sudah selesai dan berhak menyandang gelar sarjana. Tetapi secara substansial, kompetensi dan karakter itulah yang dituntut," kata Fauzan.

Ia juga mengatakan, para sarjana memiliki tanggung jawab sosial untuk mendorong perubahan positif di lingkungan masing-masing, termasuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: Kemdiktisaintek: Riset teknologi buka peluang lahirkan unikorn di RI

Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Tri Meilani Ameliya

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira