Jakarta (ANTARA) - Kualitas udara Kota Jakarta tercatat tidak sehat pada Selasa pagi sehingga masyarakat disarankan agar mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah, demikian menurut laman IQAir, dengan pembaruan pada pukul 06.00 WIB.

IQAir mencatat kualitas udara Jakarta berada pada poin 152 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 57,6 mikrogram per meter kubik atau 11,5 kali lebih tinggi dari nilai panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

PM 2,5 merupakan partikel berukuran lebih lebih kecil, yakni 2,5 mikron (mikrometer), yang ditemukan di udara, termasuk debu, asap dan jelaga. Paparan partikel ini dalam jangka panjang dikaitkan dengan kematian dini, terutama pada orang yang memiliki penyakit jantung atau paru-paru kronis.

Rekomendasi kesehatan terkait kualitas udara saat ini, yaitu selain mengenakan masker, juga menghindari beraktivitas di luar ruangan, menutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor, dan menyalakan penyaring udara.

Kualitas udara Jakarta pada Selasa berada di urutan kelima terburuk se-Indonesia. Peringkat pertama diduduki Tangerang dengan indeks kualitas udara 195, posisi kedua Palembang dengan indeks 172, urutan ketiga Tangerang Selatan dengan indeks 169, dan peringkat keempat Surabaya dengan indeks 160.

Baca juga: Pramono ungkap polusi udara Jakarta turun signifikan usai OMC 2 hari

Baca juga: Pemprov DKI catat perbaikan kualitas udara Jakarta

Baca juga: DKI siagakan 31 rumah sakit untuk tangani penyakit akibat cuaca

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Mario Sofia Nasution

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira