Istanbul (ANTARA) - Sejumlah sekolah menengah dan universitas di Prancis diblokade pada Selasa pagi, sementara ribuan orang diperkirakan turun ke jalan menyusul seruan organisasi pelajar.
BFMTV melaporkan blokade berlangsung di sejumlah sekolah menengah dan universitas di Paris, serta Marseille dan Toulouse. Sebanyak 12 dari 13 sekolah menengah di Toulouse terganggu kegiatannya pada Senin.
Sejumlah organisasi pelajar di Lille juga menyerukan aksi berlanjut, termasuk melalui demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa sore.
Aksi yang disebut "Black Tuesday" oleh organisasi pelajar sekolah menengah itu juga diperkirakan berlangsung di Lyon. Otoritas setempat telah menyetujui demonstrasi pelajar digelar di kota tersebut.
Kepolisian Paris memperkirakan 15.000 hingga 30.000 demonstran akan turun ke jalan menyusul seruan organisasi pelajar.
Sebelumnya pada Senin (2/11), Kepolisian Paris melarang rencana aksi dari Pantheon menuju kawasan kantor Medef, organisasi pengusaha Prancis, dengan alasan rute tersebut "tidak sesuai dengan pembatasan keamanan yang berlaku saat ini."
Sebagai alternatif, pemerintah kemudian mengusulkan rute antara Porte de Charenton dan Porte de Montreuil. Namun, keputusan tersebut digugat ke pengadilan administratif.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Jumlah narapidana di penjara Prancis capai rekor tertinggi
Baca juga: Serikat mahasiswa Prancis umumkan aksi protes besar pada 3, 5 November
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Yoanita Hastryka Djohan
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira