Jakarta (ANTARA) - Staf Ahli Menteri Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Raden Wijaya Kusumawardhana menjelaskan sederet capaian Kemkomdigi dalam membangun ketahanan digital nasional.
Mulai dari pengoperasian pusat data nasional (PDN) hingga pelatihan talenta digital menjadi beberapa upaya yang telah dijalankan untuk mencapai visi tersebut sejalan dengan Visi Indonesia Digital 2045.
"Hingga September 2026, ekosistem pusat data nasional telah dimanfaatkan lebih dari 490 tenant, yang terdiri dari kementerian, pemerintah daerah, maupun lembaga pemerintah lainnya," ujar Wijaya mengungkapkan capaian PDN dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis.
Baca juga: Kemenkes kuatkan Sandbox Kesehatan, 60 inovasi lolos verifikasi
Baca juga: Kemkomdigi soroti akses dan keamanan data warga dalam RUU Adminduk
Dari 490 tenant tersebut, Wijaya mengatakan hingga September 2026 telah ada sebanyak 69 aplikasi berstatus go live di Pusat Data Nasional tersebut. Aplikasi yang beroperasi tersebut tergolong sebagai aplikasi dengan tingkat risiko rendah.
Berjalannya puluhan aplikasi pemerintahan di PDN menjadi bagian dari pemanfaatan infrastruktur pemerintahan digital yang sebelumnya telah dimulai dengan pemanfaatan Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) dan digunakan dalam program digitalisasi Perlindungan sosial (Perlinsos).
Selain utilisasi PDN, ketahanan digital juga dibangun pemerintah dengan menerapkan verifikasi biometrik pengenalan wajah dalam registrasi pelanggan layanan seluler berdasarkan Peraturan Menteri Komdigi Nomor 7 Tahun 2026 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi melalui Jaringan Bergerak Seluler.
Langkah itu diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan identitas digital. Hingga akhir September 2026, sebanyak 28 juta pelanggan telah melakukan registrasi menggunakan biometrik.
"Langkah ini diarahkan untuk memperkuat kualitas identitas pelanggan dan mempersempit peluang penyalahgunaan nomor seluler dalam aktivitas digital sekaligus tetap menuntut pelindungan data pribadi yang ketat," kata Wijaya.
Baca juga: Menkomdigi bahas 3 arah transformasi digital RI di Bali Tech Week 2026
Penguatan ketahanan digital juga dilakukan melalui pengawasan platform dan pelindungan pengguna. Sepanjang 20 Oktober 2024 hingga 11 September 2026, Kemkomdigi telah menangani 5,15 juta konten negatif, termasuk sekitar 4 juta konten judi online.
Pemerintah juga memperkuat tanggung jawab platform terhadap keselamatan anak melalui penerbitan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik Dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).
Di sisi pengembangan kapasitas masyarakat, program literasi digital telah menjangkau sekitar 5,7 juta orang. Secara lebih rinci pelatihan talenta digital dalam program Digital Talent Scholarship dan Microskill secara kumulatif hingga September 2026 telah diikuti oleh lebih dari 870 ribu peserta.
Seluruh capaian tersebut dijalankan dengan tiga pilar transformasi digital Kemkomdigi yaitu Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. Ketiganya menempatkan perluasan akses, penciptaan nilai tambah ekonomi, serta pelindungan masyarakat sebagai bagian yang saling berkaitan.
Untuk memperkuat ketahanan tersebut, Kemkomdigi mengajak seluruh pemangku kepentingan menjalankan tiga agenda bersama, yaitu penerapan security by design dan resilience by design, penguatan koordinasi dan kesiapan menghadapi insiden siber, serta perluasan kapasitas keamanan digital hingga masyarakat dan pelaku usaha.
Kolaborasi itu melibatkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), pemerintah, industri, akademisi, serta masyarakat sesuai peran dan kewenangan masing-masing.
Baca juga: Wamen Komdigi tekankan tiga isu krusial dalam RUU Adminduk
Baca juga: Komdigi: Jeda usai liputan berat penting bagi kesehatan jiwa wartawan
Baca juga: Wamenkomdigi beberkan empat langkah untuk perkuat kedaulatan digital
Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Livia Kristianti
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira