Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia tengah mengamati dampak kemenangan Partai Demokrat dalam pemilihan umum sela (midterm election) di Amerika Serikat (AS).

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, kemenangan Partai Demokrat yang berhasil mengambil alih mayoritas kursi Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS dapat membawa perubahan dinamika ekonomi global.

"Kita juga memonitor midterm election di Amerika. Kita lihat bahwa Kongres maupun Senat dikuasai oleh Demokrat. Tentu ini akan berakibat terhadap kebijakan-kebijakan perekonomian maupun geopolitik global," kata Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis.

Selain itu, dirinya turut menyoroti sejumlah indikator makroekonomi global yang saat ini membayangi pasar.

Baca juga: Pemerintah targetkan pertumbuhan ekonomi 5,4 persen sepanjang 2026

Beberapa di antaranya meliputi tekanan suku bunga bank sentral AS alias The Fed yang berada di kisaran 3,75-4 persen, imbal hasil (yield) US Treasury 10 tahun di level 4,86 persen, serta inflasi global tahun ini di angka 4,7 persen yang diperkirakan melandai ke 4,1 persen pada tahun depan.

Sementara itu, proyeksi pertumbuhan ekonomi global saat ini berada di angka 3,1 persen, kemudian diperkirakan naik ke 3,4 persen tahun depan.

Lebih lanjut, pemerintah juga menaruh perhatian pada pergerakan harga minyak mentah dunia yang sempat menyentuh 117 dolar AS per barel pada akhir Oktober.

Meski demikian, Menko Airlangga memastikan fluktuasi harga energi masih dalam batas aman Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Bayu Saputra

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira