Jakarta (ANTARA) - Gim PUBG Mobile secara terbatas menghadirkan sosok Ratu Horor Indonesia Suzzanna di dalam permainan tersebut, bertepatan dengan musim perayaan Halloween yang jatuh setiap 31 Oktober
Dalam siaran PUBG Mobile yang diterima di Jakarta, Jumat, konten bertema Suzzanna bisa didapatkan di dalam gim itu mulai 30 Oktober sampai 2 Desember, mulai dari skin karakter hingga voice line bernuansa horor.
Dalam menghadirkan kolaborasi ini, PUBG Mobile turut menggandeng KARIS Studio, studio pengembangan game independen sekaligus kelompok kreator konten User-Generated Content (UGC) asal Indonesia.
Baca juga: PUBG Mobile rilis "skin" Druvaen X-Suit dengan tiga variasi karakter
Melalui kolaborasi ini, pemain bisa mendapatkan dan menggunakan skin bertema Suzzanna untuk membawa nuansa horor ke medan pertempuran. Selain itu, tersedia voice line bernuansa horor yang dapat digunakan selama pertandingan untuk menambah suasana mencekam dan menakut-nakuti pemain lain.
Bagi pemain yang ingin mencoba pengalaman horor di luar mode battle royale, PUBG Mobile juga menghadirkan peta World of Wonder (WoW) bertajuk Forbidden Village.
Peta ini membawa pemain ke sebuah desa menyeramkan dengan berbagai elemen horor, termasuk jumpscare. Untuk memainkannya, pemain cukup membuka menu WoW dan memasukkan kode 030-143-485.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya PUBG Mobile menghadirkan kekayaan intelektual dan talenta lokal ke dalam gim.
Selain bekerja sama dengan berbagai IP global, PUBG Mobile juga telah berkolaborasi dengan sejumlah nama dari Indonesia, seperti Si Juki, Rich Brian, Weird Genius, Bernadya, Juicy Luicy, dan TAHILALATS.
Baca juga: PUBG Mobile hadirkan kolaborasi dengan Ferrari dan Scuderia Ferrari HP
Baca juga: "Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa", balas dendam yang emosional
Baca juga: Gim "GTA VI" versi PS5 diprediksi berukuran 210 GB
Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Farhan Arda Nugraha
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira