Jakarta (ANTARA) - PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo memperkuat mitigasi darurat asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memaksimalkan sistem peringatan dini, menyiagakan ratusan peralatan, serta memperketat pengawasan wilayah operasional.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan perusahaan mengintegrasikan sistem deteksi dini melalui aplikasi Early Warning System (EWS) Karhutla yang memantau data titik panas secara real-time dan terhubung dengan GeoPalm Dashboard di pusat untuk mempercepat respons penanganan di lapangan.

"Ketika ada indikasi, tim di lapangan bisa langsung memverifikasi dan melakukan penanganan sebelum api membesar,” kata Jatmiko dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Fenomena El Nino dan kemarau panjang kembali memicu eskalasi karhutla di sejumlah provinsi di Indonesia, yang kini menjadi sorotan publik di tingkat nasional maupun internasional.

Di tengah rentetan titik panas yang mengepung wilayah Sumatera dan Kalimantan, PTPN IV PalmCo terus mengintensifkan penjagaan ketat dan memperkuat komitmen zero burning guna menekan sekecil mungkin risiko kemunculan api di wilayah operasional perusahaan.

Implementasi kebijakan zero burning (nol pembakaran) yang telah menjadi pedoman operasional perusahaan selama puluhan tahun ini ditopang secara konsisten oleh penerapan teknologi pemantauan terintegrasi, serta kesiagaan instrumen mitigasi secara penuh di lapangan.

"Langkah antisipasi berlapis diterapkan secara ketat oleh PTPN IV PalmCo, terutama di wilayah yang berbatasan langsung dengan area rentan karhutla," ujarnya.

Saat ini, khusus di Regional 3 (Riau) dan Regional 5 (Kalimantan) yang terdampak kabut asap paling signifikan, perusahaan tersebut telah menyiagakan alat kelengkapan individu sebanyak 594 unit, kelengkapan regu 48 unit, serta peralatan tangan sebanyak 155 unit.

Di samping itu, armada di lapangan juga diperkuat dengan 80 unit pompa air beserta kelengkapannya, 80 unit sarana komunikasi dan transportasi, serta 41 unit infrastruktur deteksi dini cuaca yang beroperasi penuh memantau pergerakan titik panas.

Dia menjelaskan infrastruktur di lapangan tersebut terhubung langsung dengan sistem pemantauan digital perusahaan.

Selain pendekatan teknologi, perusahaan melakukan penyesuaian strategi di lapangan.

Baca juga: PalmCo salurkan jutaan liter air bersih-masker bagi korban karhutla

Baca juga: PTPN IV PalmCo dukung upaya pemerintah kendalikan karhutla

Jatmiko menyebutkan, manajemen memaksimalkan mobilisasi tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla yang telah bersertifikasi atau berkompeten.

"Kami menerjunkan lebih banyak personel terlatih. Armada transportasi darat yang biasa digunakan untuk operasional kebun juga kami konversi menjadi alat bantu pemadaman," kata dia.

Seluruh pergerakan itu dikoordinasikan secara intensif dengan pemerintah daerah dan otoritas terkait.

Lebih lanjut, Jatmiko menekankan penanganan karhutla oleh pihaknya tidak hanya dilandasi motif mengamankan aset perkebunan. Eskalasi kabut asap yang pekat turut berdampak langsung pada keseharian para pekerja.

“Karyawan dan karyawati kami tinggal dan bekerja di wilayah terdampak. Mereka merasakan sendiri bagaimana sesaknya bernapas di tengah kepungan asap. Empati inilah yang mendorong kami mengambil langkah lebih jauh," tuturnya.

Melalui optimalisasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dikolaborasikan bersama inisiatif donasi swadaya karyawan, kata Jatmiko, pihaknya turun langsung mendistribusikan bantuan untuk warga.

Sejauh ini, PTPN IV PalmCo telah mendistribusikan 11,2 juta liter air bersih untuk wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, guna menyiasati krisis air akibat kemarau.

Selain itu, 1 juta lembar masker turut disalurkan, dengan fokus utama pembagian di sekolah-sekolah untuk menekan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada anak-anak.

Ke depan, tambah Jatmiko, pihaknya akan terus menyiagakan seluruh elemen pencegahan karhutla, sembari mendorong edukasi pembukaan lahan tanpa bakar di tingkat tapak agar masyarakat sekitar terhindar dari potensi bencana serupa di tahun-tahun mendatang.

Baca juga: BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air untuk Bantu Kendalikan Titik Api di Sejumlah Wilayah Kalimantan

Baca juga: Asap pekat akibat karhutla masih selimuti Palangka Raya-Kalteng

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Muhammad Harianto

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira