Manado (ANTARA) - Psikolog Klinis Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP) Prof Dr R D Kandou Manado Hanna Monareh menyatakan bahwa Indonesia Emas 2045 membutuhkan pemuda yang tangguh secara mental.

"Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momen penting untuk mengingatkan bahwa menyongsong Indonesia Emas 2045, tidak hanya butuh pemuda yang cerdas secara akademis, tetapi juga tangguh secara mental," kata Hanna di Manado, Kamis.

Dia mengatakan pemuda masa kini dihadapkan pada dinamika kesehatan mental yang khas, seperti tekanan sosial digital dan burnout, tingginya paparan media sosial memicu social comparison, kecemasan (anxiety), hingga imposter syndrome atau perasaan tidak cukup berharga meski telah berprestasi.

Baca juga: Kenali dan cintai diri kunci tetap tangguh secara mental

Ia menjelaskan meskipun awareness atau kesadaran pemuda terhadap isu kesehatan mental saat ini sangat tinggi, tantangan terbesarnya adalah mengubah kesadaran tersebut menjadi kemampuan regulasi emosi dan daya pemulihan (coping mechanism) yang nyata, bukan terjebak dalam self-diagnosis.

Kemudian, katanya, ketidakpastian karir dan masa depan, yakni perubahan dunia kerja yang cepat menuntut fleksibilitas kognitif dan kontrol impuls yang baik agar tidak mudah mengalami keputusasaan.

Dari sudut pandang psikologi klinis, katanya, kesiapan mental generasi muda saat ini ditentukan oleh beberapa aspek utama, yakni kesehatan mental sebagai fondasi.

"Potensi dan inovasi pemuda tidak akan optimal tanpa jiwa yang sehat. Kemampuan mengolah stres dan krisis masa muda (quarter-life crisis) menjadi krusial di era digital yang serba cepat," kata Hanna yang juga pemilik Pscyhological Practice Hanna & Consultant.

Baca juga: Waka MPR: Kesehatan mental harus jadi perhatian demi generasi tangguh

Baca juga: Gerakan "Indonesia Punya Kamu" dorong pemuda tangguh untuk masa depan

Selanjutnya, katanya, resiliensi dan regulasi emosi, yakni pemuda yang siap adalah mereka yang memiliki daya tahan mampu mengelola kecemasan, bangkit dari kegagalan, dan beradaptasi secara positif.

Ia menjelaskan keberanian merawat kesehatan mental dan mencari bantuan profesional saat dibutuhkan adalah bentuk kekuatan, bukan kelemahan.

"Semoga semangat Sumpah Pemuda saat ini dimaknai sebagai komitmen untuk saling menguatkan secara mental. Indonesia Emas 2045 bisa dicapai jika generasi penerusnya tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter, dan matang secara emosional," kata Founder Komunitas Cegah Bunuh Diri
ini.

Pewarta: Nancy Lynda Tigauw
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Nancy Lynda Tigauw

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira