Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta agar Kalijodo ditertibkan dari pungutan liar hingga pesta minum-minuman keras di lokasi tersebut.
Menurut Pramono, revitalisasi Kalijodo sudah dilakukan, namun perbaikan kawasan tersebut memang belum sempurna.
“Kemarin sudah dilakukan perbaikan, tetapi memang ada bagian di belakang yang pada waktu itu sempat ada orang masuk kemudian dikenakan pungutan atau tarif masuk. Saya bilang enggak boleh,” jelas Pramono usai rapat di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat.
Dia pun meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk bertindak tegas terhadap warga yang minum minuman keras di lokasi itu.
Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Utara diketahui pernah menyisir Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo yang diduga menjadi lokasi terjadinya aksi pungutan liar hingga pesta minuman keras setelah viral di media sosial
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Utara, Budhi Novian mengatakan dugaan pungutan liar masuk ke RPTRA Kalijodo sebesar Rp10 ribu untuk motor sudah tidak ada lagi.
Sementara terkait ditemukan bekas minuman beralkohol yang tertayang di video viral, petugas juga langsung melakukan razia ke lokasi.
Ia mengatakan tidak ditemukan bekas botol minuman keras dan petugas selanjutnya melakukan pemeriksaan ke Usaha Kecil Menengah yang berada di sekitar lokasi.
Baca juga: Pramono ingin Kalijodo direnovasi menyeluruh setelah dugaan pungli
Baca juga: Satpol PP sisir RPTRA Kalijodo yang diduga ada pungli dan pesta miras
Baca juga: Polisi usut dugaan pungli dan aktivitas tak berizin di Kalijodo
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Lifia Mawaddah Putri
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira