Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mengajak semua pihak menanggalkan perbedaan dan bersatu demi kepentingan rakyat karena kondisi global yang penuh kerawanan menuntut Indonesia menjaga persatuan nasional.
"Rakyat Indonesia hidup dalam suasana Pancasila, suasana saling menghormati, saling mendukung, saling mengasihi. Kita berbeda agama, mari kita jaga semua agama. Kita berbeda suku, mari kita menjaga semua suku," kata Presiden Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu.
Prabowo menyatakan perbedaan bahasa daerah, adat, dan budaya merupakan kekayaan bangsa, sedangkan sikap saling menghormati adalah hal yang mulia.
Menurut Presiden, Indonesia kini telah menjadi melting pot atau kuali peleburan karena hampir tidak ada lagi suku yang murni. Presiden mencontohkan orang Minang di Jakarta yang lebih banyak daripada di Sumatera Barat dan orang Batak di Bandung yang mungkin lebih banyak daripada di Danau Toba.
Ia kemudian menunjuk keberagaman di ruang sidang, termasuk Bahlil Lahadalia yang kini menjabat menteri koordinator.
"Di ruangan ini saya lihat campuran ini semua. Iya kan? Betul kan? Ada Pak Bahlil, ya kan? Sudah jadi Menko. Mungkin Menko pertama dari Fakfak," ujar Prabowo.
Prabowo menegaskan garis politik yang dijalankannya adalah politik persatuan nasional dengan merangkul semua kekuatan, yang juga menjadi alasan koalisi pemerintahannya berukuran besar.
"Perbedaan bagus, kompetisi perlu. Saling kritik, saling koreksi sangat perlu. Tapi di ujungnya kita harus menjaga persatuan," katanya.
Presiden menilai upaya menjaga persatuan nasional merupakan benang merah perjuangan Presiden pertama RI Soekarno, dan kini semakin mendesak di tengah kondisi demokrasi di sejumlah negara Eropa seperti Prancis dan Italia.
Ia menggambarkan dunia saat ini hampir tidak lagi memiliki tatanan internasional, karena politik dijalankan berdasarkan kekuatan sehingga negara yang tidak kuat terancam punah.
Sidang Kabinet Paripurna tersebut digelar untuk memaknai dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dan dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, para menteri, kepala badan, Panglima TNI, Kapolri, Gubernur Bank Indonesia, serta Ketua OJK.
Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Aditya Ramadhan
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira