Surakarta, Jawa Tengah (ANTARA) - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memperkuat komitmennya dalam memperluas akses pasar internasional bagi desa wisata binaan dengan menyasar travel agent & tour operator (TATO) International.

"Setelah kualitas dan kapasitas internal warga desa siap, penyediaan akses pasar menjadi tahapan krusial agar potensi wisata pedesaan terhubung secara presisi dengan kebutuhan pasar internasional," kata EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn dalam keterangannya di Surakarta, Jawa Tengah, Jumat.

Menurut dia, program Bakti BCA, kembali memperkuat komitmennya dalam memperluas akses pasar internasional bagi desa wisata binaan.

Hal tersebut kata dia, terwujud dalam kegiatan Mega Familiarization Trip (Famtrip) di dua desa Bakti BCA, yakni Bukit Peramun, Kepulauan Bangka Belitung dan Wisata Wayang Desa Wukirsari, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ia menjelaskan, kegiatan Mega Famtrip diawali di Bukit Peramun Belitung pada 13 Oktober 2026 dan di Wisata Wayang Desa Wukirsari Yogyakarta pada tanggal 19 Oktober 2026 dengan peserta sebanyak 50 orang Travel Agent & Tour Operator mancanegara.

Menurut Hera, Travel Agent & Tour Operator mancanegara yang ikut mulai dari Bulgaria, Jerman, Austria, Rusia, Swedia, Yunani, Inggris, Italia, Kroasia, Amerika Serikat, Saudi Arabia, China, Jepang, Thailand, Filipina, India, Bangladesh, Nigeria dan negara lainnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu mempertemukan Desa Bakti BCA secara langsung dengan jejaring pelaku industri pariwisata dunia dan membangun koneksi wisatawan potensial, serta memperkenalkan paket-paket wisatanya.

"Kami berkomitmen menumbuhkan perekonomian daerah melalui Desa Bakti BCA kami lakukan secara holistik, mulai dari pembinaan kapasitas SDM, penguatan kelembagaan, hingga dukungan pada promosi dan perluasan akses pasar," ujarnya.

Dua destinasi Desa Bakti BCA yang menjadi salah satu tujuan Mega Famtrip ini menawarkan keunikan berbasis alam, budaya, dan inovasi keberlanjutan, seperti Desa Wisata Bukit Peramun, Belitung (Kepulauan Bangka Belitung).

Terletak di kawasan UNESCO Global Geopark Belitong, Bukit Peramun menawarkan keasrian hutan konservasi, batuan granit purba, serta keberadaan satwa endemik langka Tarsius bancanus (Pelilean).

Desa ini mengusung inovasi "Hutan Digital" berbasis teknologi interaktif, yang memungkinkan wisatawan mengenali keanekaragaman hayati melalui pemindaian QR Code.

Perpaduan antara konservasi alam dan teknologi ini menjadi daya tarik wisata berbasis edukasi yang siap dipasarkan ke kancah global. Wisatawan diperkenalkan dengan adat budaya Belitung diantaranya Tari Sekapur Sirih serta tradisi makan Bedulang yang masih dilestarikan oleh masyarakat lokal sampai hari ini.

Baca juga: BCA dorong Desa Wisata Patakbanteng naik kelas lewat Program Bakti BCA

Wisata Wayang Wukirsari menawarkan pengalaman seni dan budaya warisan leluhur. Wisatawan diajak menyelami keahlian kerajinan Tatah Sungging Wayang Kulit di Dusun Pucung. Rangkaian acara ditutup dengan menikmati sajian menu khas Yogyakarta diantaranya Gudeg Manggar dan Ayam Ingkung.

Melalui kunjungan langsung yang diinisiasi oleh BCA, pengelola desa dapat mempromosikan pengalaman otentik ini secara langsung kepada para pelaku industri pariwisata mancanegara.

Wisata Wayang Wukirsari merupakan bagian dari Desa Wisata Wukirsari. Desa Wisata Wukirsari telah diakui secara global sebagai salah satu Desa Wisata Terbaik Dunia (Best Tourism Village) oleh UN Tourism pada tahun 2024.

Melalui pilar Desa Bakti BCA, perseroan berfokus pada dua program utama, yakni peningkatan kapasitas SDM dan kelembagaan (capacity building), serta perluasan akses pasar (market access) melalui promosi dan pembentukan jaringan kemitraan berkelanjutan.

Langkah Bakti BCA melakukan perluasan akses pasar luar negeri turut berkontribusi pada pendapatan yang diterima oleh Desa Bakti BCA. Pada periode 2024-2025, pendapatan yang diterima Desa Bakti BCA melalui upaya perluasan akses pasar ke luar negeri mencapai Rp536 juta.

Pada 2026, perluasan akses pasar kembali dilakukan melalui keterlibatan di ITB Berlin dan mencatatkan potential value mencapai Rp1,9 miliar.

Sementara itu, kontribusi BCA terhadap pendapatan desa wisata dan UMKM secara umum tercatat mencapai Rp2,22 miliar pada semester I-2026. Secara rinci, kontribusi untuk sektor UMKM senilai Rp1,92 miliar dan untuk paket wisata senilai Rp301 juta.

"Dalam menjalankan bisnis, BCA memegang teguh prinsip menciptakan nilai bersama (creating shared value). Kami meyakini bahwa perseroan tumbuh dan berkembang bersama masyarakat," katanya menambahkan.

Baca juga: BCA libatkan mahasiswa bangun desa wisata lewat Genera-Z Berbakti 2026

Baca juga: Desa Bakti BCA beri diskon 30 persen di libur akhir tahun

Baca juga: BCA bantu memfasilitasi perajin Desa Wisata Taro perluas akses pasar

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Khaerul Izan

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira