Kudus (ANTARA) - Polres Kudus, Jawa Tengah, turut menyasar pengendara yang merokok saat berkendara dalam pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026 sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas.
"Pengaduan masyarakat mengenai pengendara yang merokok saat mengendarai kendaraan cukup banyak, sehingga turut menjadi perhatian kami," kata Kapolres Kudus AKBP Wahyu Sulistyo saat memimpin apel gelar pasukan Operasi Patuh Candi 2026 di Halaman Apel Wicaksana Laghawa Polres Kudus, Senin.
Menurut dia, kebiasaan merokok saat berkendara berpotensi mengganggu konsentrasi pengemudi dan membahayakan keselamatan, baik bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu fokus selama berkendara serta senantiasa memprioritaskan keselamatan di jalan raya.
Selain perilaku tersebut, kepolisian juga menyasar sejumlah pelanggaran lalu lintas yang terlihat secara kasatmata, di antaranya melawan arus, tidak menggunakan helm, menggunakan kendaraan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis, serta berboncengan tiga orang menggunakan sepeda motor.
Tidak hanya melakukan penindakan di jalan raya, Satlantas Polres Kudus juga mengintensifkan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak dini, khususnya kepada pelajar yang mulai aktif menggunakan kendaraan dalam kegiatan sehari-hari.
Operasi Patuh Candi 2026 berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Melalui operasi tersebut, kepolisian menargetkan peningkatan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus menekan angka kecelakaan.
Kapolres Kudus juga menyoroti masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukumnya. Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 1.127 kejadian kecelakaan. Sementara itu, hingga September 2026, jumlah kecelakaan mencapai 906 kejadian.
Menurut dia, perkembangan transportasi di era digital dan modernisasi perlu diimbangi dengan peningkatan kesadaran masyarakat dalam mematuhi peraturan lalu lintas. Pelanggaran yang kerap dianggap sepele dapat berujung pada kecelakaan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.
"Pelanggaran lalu lintas yang diabaikan dapat berujung pada kecelakaan. Oleh karena itu, diperlukan penindakan terhadap pelanggaran yang berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan," ujarnya.
Ia berharap Operasi Patuh Candi 2026 dapat meningkatkan kedisiplinan masyarakat, menekan angka pelanggaran dan kecelakaan, serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang lebih baik di Kabupaten Kudus.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Kudus AKP Aulia Dwi Maha Putri mengatakan pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026 mengedepankan tiga pendekatan, yakni preemtif, preventif, dan represif.
Berdasarkan arahan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, pelaksanaan operasi tersebut mengalokasikan 50 persen kegiatan untuk pendekatan preemtif, 30 persen preventif, dan 20 persen represif.
Pendekatan preemtif dilakukan melalui edukasi dan sosialisasi untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya tertib berlalu lintas. Pendekatan preventif dilakukan melalui upaya pencegahan guna meminimalkan potensi pelanggaran dan kecelakaan di jalan raya.
Adapun pendekatan represif dilakukan melalui penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Akhmad Nazaruddin
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira